Jackson Koivun Juara 3M Open, Kalahkan Scottie Scheffler dan Cetak Rekor

Kemenangan Sensasional di Usia Muda

Jackson Koivun, pegolf muda berusia 21 tahun, berhasil menjuarai turnamen 3M Open di Minnesota setelah mengalahkan pemain nomor satu dunia, Scottie Scheffler, dengan selisih tiga pukulan. Ini merupakan gelar perdana Koivun di ajang PGA Tour, dan hanya dalam partisipasi profesional ketiganya. Kemenangan Jackson Koivun juara 3M Open ini langsung menarik perhatian dunia golf karena ia mampu bersaing dengan pemain top sekelas Scheffler.

Perjalanan Koivun di 3M Open

Koivun menunjukkan performa luar biasa sepanjang turnamen. Ia finis dengan skor total 25 di bawah par, sekaligus memecahkan rekor skor tertinggi di 3M Open. Hal yang paling mengesankan, ia tidak mencatatkan satu pun bogey selama akhir pekan, termasuk putaran final dengan skor lima-under 66.

Pada putaran ketiga, Koivun tampil gemilang dengan skor 10-under 61 yang bebas bogey. Dalam ronde tersebut, ia mencatatkan dua eagle dan empat birdie di sembilan hole terakhir. Performa ini membuatnya unggul tiga pukulan atas Emiliano Grillo dan Ben Kohles memasuki hari terakhir.

Persaingan Ketat dengan Scottie Scheffler

Di putaran final, Scottie Scheffler menekan dengan skor delapan-under 63, menyelesaikan permainan dengan skor 22-under par. Tekanan itu sempat membuat Koivun gugup, seperti yang ia akui setelah pertandingan. Namun, ia berhasil tetap tenang dan mempertahankan keunggulannya.

“Saya dengar penonton berteriak, ‘Scottie datang, Scottie datang’, tapi saya berusaha mengabaikannya dan bermain golf terbaik yang saya bisa,” ujar Koivun. Keberhasilan Jackson Koivun juara 3M Open di usianya yang masih 21 tahun menunjukkan mental baja yang jarang dimiliki pegolf seusianya.

Rekor dan Dampak pada Karier

Selain rekor skor turnamen, kemenangan ini mendongkrak posisi Koivun di peringkat FedExCup. Ia melonjak 124 peringkat ke posisi 70, yang merupakan batas akhir lolos ke babak playoff dengan hanya dua turnamen reguler tersisa. Sepanjang pekan di TPC Twin Cities, ia membuat 24 birdie, dua eagle, dan hanya tiga bogey.

Koivun sebelumnya sudah bermain di 10 turnamen PGA Tour sebagai amatir, lalu beralih profesional setelah US Open Juni lalu. Dalam debut profesionalnya, ia gagal lolos cut di John Deere Classic, kemudian finis T-10 di Isco Championship. Kini, ia langsung memenangkan turnamen di start professional ketiganya.

Pujian dari Pakar Golf

Simon Holmes dari Sky Sports memberikan analisis tajam tentang potensi Koivun. “Dia turbocharged dan siap tampil secara instan. Kemampuannya di depan kamera dan media menciptakan banyak penggemar,” ujar Holmes. Ia membandingkan Koivun dengan lulusan sistem universitas seperti Jordan Spieth, Collin Morikawa, dan Viktor Hovland, dan menilai Koivun setara bahkan unggul dalam beberapa aspek.

Holmes menambahkan, “Bagian terbaik dari permainannya adalah putting dan pola pikirnya. Dia melihat dirinya mencapai puncak piramida. Itulah hasil yang ia harapkan.” Keyakinan ini memperkuat bahwa Jackson Koivun juara 3M Open bukanlah kebetulan, melainkan awal dari perjalanan menuju puncak golf dunia.

Kesimpulan

Kemenangan Jackson Koivun di 3M Open menandai kelahiran bintang baru di PGA Tour. Dengan usia 21 tahun, ia tidak hanya mengalahkan pemain nomor satu dunia, tetapi juga memecahkan rekor turnamen dan menunjukkan konsistensi luar biasa. Masa depannya di dunia golf tampak sangat cerah, dan para penggemar tentu menantikan langkah selanjutnya dari pegolf muda berbakat ini.

Hamzah Sheeraz Menang Tipis, Josh Kelly Atasi Luka Hidung

Hasil Pertandingan Tinju di Arab Saudi: Sheeraz dan Kelly Raih Kemenangan

Kemenangan Hamzah Sheeraz dan Josh Kelly mewarnai laga undercard Anthony Joshua vs Kristian Prenga yang digelar di Arab Saudi, Sabtu (25/7) waktu setempat. Sheeraz harus bekerja keras selama 12 ronde untuk mengalahkan petinju Jerman, Simon Zachenhuber, sementara Kelly berhasil mengatasi luka parah di hidungnya untuk menang angka mutlak atas Caoimhin Agyarko asal Irlandia.

Pertarungan ini menjadi sorotan karena Sheeraz, yang baru saja merebut gelar juara dunia WBO kelas menengah super, justru tampil kurang meyakinkan di hadapan para penggemar. Sementara itu, Kelly yang dijuluki ‘Pretty Boy’ harus berjuang dengan darah mengucur deras akibat benturan kepala di ronde ke-11.

Hamzah Sheeraz Menang Angka Tipis Atas Simon Zachenhuber

Petinju asal London itu dianggap sebagai unggulan, namun ia justru kesulitan menghadapi perlawanan Zachenhuber yang tidak dikenal luas. Setelah 12 ronde penuh yang berakhir dengan sorak-sorak kekecewaan dari penonton, juri memberikan skor 114-114, 115-113, dan 116-112 untuk kemenangan tipis Sheeraz.

Usai pertandingan, Sheeraz mengakui penampilannya tidak maksimal. “Saya juara di divisi ini. Saya yakin banyak orang yang kecewa dengan performa saya,” ujarnya. “Tapi saya tetap menang, dan itu yang penting. Saya bisa membuat sejuta alasan. Saya akan lebih baik di pertarungan berikutnya.”

Dia menambahkan bahwa dirinya membutuhkan lawan yang lebih menantang secara mental. “Saya terlalu nyaman karena tidak ada ancaman nyata di depan saya. Saya matikan fokus di beberapa momen.” Sheeraz juga mengonfirmasi akan duduk di ringside pada 31 Oktober untuk menyaksikan Saul ‘Canelo’ Alvarez menantang Christian Mbilli memperebutkan sabuk WBC.

Josh Kelly Menang Meski Luka Parah di Hidung

Josh Kelly sukses meraih kemenangan Hamzah Sheeraz memang menjadi berita utama, tetapi perjuangan Kelly juga tak kalah dramatis. Dalam laga perebutan gelar IBF kelas menengah ringan, Kelly harus berhadapan dengan Caoimhin Agyarko. Benturan kepala di ronde ke-11 membuat hidung Kelly robek parah dan wajahnya dipenuhi darah.

Meski demikian, petinju Inggris yang dijuluki ‘Pretty Boy’ itu mampu bertahan dan memenangi pertarungan dengan skor mutlak 115-112, 115-112, dan 114-113. “Saya bilang ke Caoimhin, jangan anggap ini kekalahan, jadikan pelajaran. Jika dia benar-benar menginginkannya, dia akan bangkit kembali,” kata Kelly usai laga.

Sementara itu, Agyarko yang tampil impresif merasa kecewa. “Saya pikir saya menang, tapi jika juri berpikir lain, saya terima. Saya patah hati, saya ingin membuat sejarah. Josh Kelly adalah petinju kelas atas, tapi saya rasa dia sedikit meremehkan saya,” ucap petinju Irlandia itu. Ia tetap optimis suatu hari akan menjadi juara dunia asal Irlandia pertama keturunan Afrika.

Rencana Selanjutnya: Kelly Incar Jaron ‘Boots’ Ennis

Usai pertarungan, Kelly langsung menyatakan keinginannya untuk menghadapi juara tak terbantahkan kelas 154 pon, Jaron ‘Boots’ Ennis. Promotor Eddie Hearn, yang menaungi kedua petinju, mengatakan duel antara Kelly dan Ennis di Amerika Serikat kini menjadi opsi nyata.

“Dia sudah melakukan satu kali pertahanan gelar, dan sebelum kewajiban pertahanan wajib datang lagi, sebaiknya ia mencari pertarungan besar dan mengambil risiko. Saya pikir itu adalah laga melawan ‘Boots’ Ennis,” ujar Hearn. “Jika saya Josh Kelly, saya akan melihat bayaran besar di Amerika melawan Ennis. Itu pertarungan unifikasi tiga sabuk. Ada juga Sebastian Fundora, semua petarung hebat di sana.”

Kemenangan Hamzah Sheeraz dan Josh Kelly menambah daftar hasil positif bagi petinju Inggris di atas ring Arab Saudi. Keduanya masih memiliki target besar, baik itu Canelo Alvarez bagi Sheeraz maupun ‘Boots’ Ennis bagi Kelly. Saksikan juga pertarungan Edgar Berlanga vs Steven Butler serta Richardson Hitchins vs Ricardo Salas di New York, tayang langsung di Sky Sports Action dan Sky Sports Main Event mulai pukul 22.00 WIB. Streaming tinju dan olahraga lainnya bebas kontrak dengan NOW.

Siaran Langsung World Matchplay Darts 2026: Skor, Video, dan Analisis Terkini

Ikuti Aksi Seru World Matchplay Darts 2026 Secara Langsung

World Matchplay Darts 2026 telah memasuki babak-babak krusial yang menyajikan pertandingan sengit antara para elit pelempar panah dunia. Jika Anda ingin mengetahui siaran langsung World Matchplay Darts 2026 dengan update skor tercepat, cuplikan video eksklusif, serta analisis dan komentar mendalam, Anda berada di tempat yang tepat. Turnamen bergengsi ini disiarkan langsung melalui Sky Sports hingga hari Minggu, memberikan pengalaman menonton yang tak tertandingi bagi para penggemar darts tanah air.

Jadwal dan Cara Menonton Siaran Langsung World Matchplay Darts 2026

Pertandingan berlangsung pada Jumat, 24 Juli 2026, pukul 23:42 waktu setempat (UK). Untuk pemirsa di Indonesia, Anda dapat menyesuaikan dengan zona waktu WIB (selisih +6 jam dari UK) sehingga siaran dapat dinikmati pada Sabtu dini hari. Seluruh aksi World Matchplay Darts 2026 live hanya dapat disaksikan melalui platform Sky Sports. Pastikan Anda memiliki akses ke saluran tersebut atau layanan streaming resmi agar tidak ketinggalan momen-momen penting dari setiap leg.

Pemain Bintang yang Tampil pada Hari Ini

Beberapa nama besar turun ke panggung Winter Gardens, Blackpool, termasuk Gerwyn Price, Gian van Veen, dan James Wade. Ketiganya dikenal dengan gaya bermain yang agresif dan akurasi tinggi. World Matchplay Darts 2026 selalu menjadi panggung bagi para juara untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Simak bagaimana Price berusaha mempertahankan dominasinya, sementara van Veen dan Wade mencoba merebut tiket ke babak berikutnya.

Update Skor, Video, dan Analisis Eksklusif

Kami menyajikan notifikasi langsung untuk setiap skor, termasuk rataan 180, checkout tertinggi, dan momen dramatis. Siaran langsung World Matchplay Darts 2026 juga dilengkapi dengan video replay dari setiap leg penting, sehingga Anda bisa menyaksikan kembali lemparan penentu kemenangan. Analisis dari para komentator profesional memberikan wawasan taktik dan strategi yang digunakan para pemain untuk mengatasi tekanan.

Mengapa Turnamen Ini Begitu Spesial?

World Matchplay Darts merupakan salah satu turnamen paling prestisius dalam kalender PDC. Formatnya yang unik (legs, bukan set) membuat setiap pertandingan berlangsung cepat dan penuh kejutan. Bagi penggemar darts di Indonesia, mengikuti World Matchplay Darts 2026 live via Sky Sports adalah cara terbaik untuk merasakan atmosfer kompetisi kelas dunia tanpa harus bepergian ke Inggris.

Kesimpulan

Jangan lewatkan aksi malam ini yang mempertemukan Gerwyn Price, Gian van Veen, dan James Wade dalam pertarungan sengit di World Matchplay Darts 2026. Pantau terus halaman ini untuk update skor langsung, video, dan komentar terbaru. Saksikan siaran resmi melalui Sky Sports hingga hari Minggu dan rasakan sensasi darts level tertinggi langsung dari Blackpool.

Luke Littler Hancurkan Lawan di World Matchplay 2026, Siap Back-to-Back?

Luke Littler kembali menunjukkan taringnya di Winter Gardens, Blackpool. Performa luar biasanya di ajang World Matchplay 2026 membuat banyak penggemar dan analis meyakini bahwa ia sedang berada di puncak karier. Dengan raihan rata-rata (average) yang fantastis dan rentetan kemenangan impresif, pemuda berusia 19 tahun itu sukses melaju ke babak semifinal setelah mengalahkan Josh Rock dengan skor telak. Mampukah ia mempertahankan gelar dan menjadi juara back-to-back pertama sejak Michael van Gerwen pada 2016?

Rentetan Angka Gila dari Luke Littler di World Matchplay

Apa yang dilakukan Luke Littler di Blackpool musim ini bisa dibilang di luar nalar. Jika biasanya sembilan dart sempurna (nine-darter) menjadi puncak performa seorang pemain, bagi Littler itu hanyalah salah satu dari sekian banyak pencapaian menakjubkan. Sebagai juara bertahan, ia datang dengan tekanan besar—dan ia menjawabnya dengan performa yang membuat lawan gigit jari.

Berikut adalah statistik mengerikan yang dicatat Littler sepanjang turnamen:

  • Rata-rata 113 di babak pertama, tertinggi kedua sepanjang sejarah World Matchplay setelah Phil Taylor (114,99 pada 2010).
  • Rata-rata 109 di babak kedua dan perempat final.
  • Nine-darter saat melawan Nathan Aspinall.
  • 17 kali 180 dalam laga melawan Josh Rock.
  • 14 kali 180 saat menghadapi Nathan Aspinall.

Angka-angka ini menunjukkan bahwa performa Luke Littler di World Matchplay bukan sekadar kebetulan. Ia konsisten berada di level tertinggi dan seolah tak bisa dihentikan.

Rahasia di Balik Dominasi: Fokus dan Relaksasi

Usai pertandingan, Littler mengungkapkan rahasia di balik penampilannya yang memukau. “Saya merasa sangat nyaman di atas panggung. Persiapan sebelumnya berjalan sangat baik, saya hanya bersantai, bermain, lalu bersantai lagi. Saya senang bisa tampil di panggung terbesar,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kemampuan menyelesaikan (finishing) beserta kekuatan skor (scoring power) menjadi kunci. “Rata-rata 109, 113, lalu turun ke 109 itu datang dari penyelesaian besar. Kekuatan mencetak skor juga ada. Selama saya bisa mempertahankan ini, saya yakin akan mendominasi,” tegas pemuncak peringkat dunia itu.

Rekor Kemenangan Beruntun yang Mencekam

Kemenangan atas Josh Rock bukan sekadar laga biasa. Itu adalah kemenangan ke-27 beruntun bagi Littler dalam pertandingan yang berlangsung lebih dari 20 leg. Ia kini hanya selangkah lagi menjadi pemain pertama sejak Michael van Gerwen (2016) yang sukses back-to-back di Blackpool.

Prestasi Littler musim ini sudah luar biasa: ia memegang gelar Piala Dunia, UK Open, Premier League, dan Masters. Jika berhasil mempertahankan Matchplay, ia juga akan mengamankan gelar Grand Slam, Grand Prix, dan Players Championship Finals. Dengan kata lain, Littler sedang dalam misi menyapu bersih semua turnamen besar.

Tantangan Berikutnya: Dirk van Duijvenbode

Di semifinal, Luke Littler akan berhadapan dengan Dirk van Duijvenbode. Komentator Sky Sports Darts, Mark Webster, hanya bisa berkata, “Semoga beruntung untuk Dirk.”

Webster menambahkan, “Littler bisa bermain dalam gelombang—tapi saya menyebutnya gelombang karena ia melakukannya sepanjang turnamen. Rata-rata turnamennya 111. Ia telah memainkan hampir 60 leg. Dia terlalu bagus! Fokus dan santai. Dia jelas pemain terbaik di dunia. Performanya menakutkan.”

Apa yang Terjadi di World Matchplay Jumat Ini?

Sementara Littler bersiap, babak perempat final masih berlanjut pada Jumat malam, live di Sky Sports mulai pukul 19:30. Pertandingan antara Gian van Veen dan James Wade akan menjadi ulangan tahun lalu, di mana van Veen ingin membalas kekalahan dari ‘The Machine’. Laga lainnya mempertemukan Gerwyn Price melawan Ross Smith, yang melaju setelah Cameron Menzies mundur karena sakit di leg keempat babak kedua.

Kesimpulan

Luke Littler telah menunjukkan bahwa ia bukan sekadar bintang muda berbakat, melainkan kekuatan dominan yang sulit ditandingi. Performanya di World Matchplay 2026 mencatatkan sejarah baru dalam dunia dart. Kini, semua mata tertuju pada semifinal melawan Dirk van Duijvenbode. Akankah Littler melanjutkan dominasinya dan menuju final? Saksikan seluruh aksi langsung di Sky Sports atau stream lewat NOW. Jangan lewatkan kesempatan menyaksikan sejarah tercipta.

Welsh Fire Akhiri Catatan Buruk Berkat Aksi Gemilang Phil Salt di The Hundred

Kemenangan Perdana Welsh Fire atas Southern Brave Berkat Kepemimpinan Phil Salt

Welsh Fire akhirnya memutus rekor buruk delapan kekalahan beruntun saat berhadapan dengan Southern Brave di ajang The Hundred. Dalam pertandingan yang berlangsung dramatis, kapten Welsh Fire, Phil Salt, tampil sebagai pahlawan dengan pukulan tak terkalahkan sebanyak 47 run dari 37 bola. Hasil ini membawa timnya meraih kemenangan enam wicket dan mengakhiri dominasi lawan yang sudah berlangsung lama.

Phil Salt tidak hanya menunjukkan kemampuannya sebagai batsman, tetapi juga ketenangan di momen krusial. Ia berhasil membawa Welsh Fire melewati target 135 run dengan sisa beberapa bola. Kemenangan ini menjadi bukti peningkatan performa tim asal Cardiff tersebut sejak awal musim.

Jalannya Pertandingan Welsh Fire vs Southern Brave

Southern Brave memulai inning dengan lambat. Sam Cook berhasil memecahkan gawang Jamie Smith hanya dengan tiga run, disusul Marco Jansen yang mengeliminasi Ben McKinney dengan empat run. Meski Thomas Rew (41) dan David Miller (44) sempat membangun kerja sama, Jansen kembali menyingkirkan Rew dari 30 bola.

Situasi unik terjadi saat Jofra Archer masuk ke lapangan. Ia mengalami run out akibat miskomunikasi dengan Miller. Miller memukul bola ke arah Jansen, dan saat mencoba melakukan single, Archer berputar di tengah wicket sehingga Welsh Fire mampu memanfaatkan kebingungan tersebut.

Peran Vital Phil Salt dan Rachin Ravindra

Setelah jeda, Phil Salt bersama Matthew Short membuka inning. Short mencetak 20 run sebelum tertangkap di extra cover oleh Dan Worrall. Worrall kemudian bekerja sama dengan Smith untuk mengeluarkan Joe Root yang hanya mengoleksi 15 run.

Kunci kemenangan Welsh Fire adalah kemitraan antara Salt dan Rachin Ravindra. Mereka berdua berhasil membangun 49 run dari 27 bola. Ravindra memuji komunikasi yang baik dan dukungan penuh dari sang kapten. “Salty menunjukkan kedewasaan dan kepemimpinan yang luar biasa. Ia terus menjaga kami agar tetap fokus pada setiap bola,” ujar Ravindra kepada Sky Sports.

Strategi dan Semangat Tim Welsh Fire

Phil Salt mengakui kondisi lapangan tidak mudah, tetapi kemenangan toss menjadi keuntungan. “Kami sangat agresif di lapangan. Ada beberapa tangkapan bagus dan bowling yang tepat sasaran,” kata Salt. Ia juga menambahkan bahwa timnya masih perlu belajar untuk lebih cerdas dalam pengambilan keputusan, namun secara keseluruhan performa sangat memuaskan.

Kemenangan ini menjadi momentum penting bagi Welsh Fire di The Hundred. Setelah rekor buruk melawan Southern Brave, kini mereka bisa melangkah lebih percaya diri. Phil Salt membuktikan bahwa ia bukan hanya pemain berbakat, tetapi juga pemimpin yang bisa diandalkan saat tim dalam tekanan.

Apa Selanjutnya untuk Welsh Fire dan The Hundred?

Pertandingan ganda The Hundred selanjutnya akan digelar di Lord’s, London. London Spirit akan menjamu Manchester Super Giants. Pertandingan wanita dimulai pukul 14.45, disusul pertandingan pria pukul 18.30. Kedua laga dapat disaksikan langsung di Sky Sports dan YouTube.

Bagi penggemar yang ingin menonton lebih banyak aksi The Hundred, tersedia opsi kontrak tanpa komitmen melalui NOW. Kemenangan Welsh Fire ini menjadi bukti bahwa di The Hundred, kejutan selalu bisa terjadi kapan saja.

Kualifikasi Liga Champions: Debut Vrancken Berakhir Pahit, Hearts Dibantai Sturm Graz

Hasil Kualifikasi Liga Champions: Sturm Graz 4-0 Hearts

Laga perdana Wouter Vrancken sebagai pelatih kepala Hearts berakhir dengan mimpi buruk. Tim asal Skotlandia itu harus menelan kekalahan telak 4-0 dari Sturm Graz dalam leg pertama babak kualifikasi kedua Liga Champions. Pertandingan yang digelar di UPC-Arena, Selasa (21/7/2026) malam, membuat asa Hearts untuk lolos ke fase grup hampir sirna.

Empat gol tuan rumah dicetak oleh Jon Gorenc Stankovic (4′), Jeyland Mitchell (50′), Luca Weinhandl (53′), dan Jurgen Heil (59′). Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Hearts yang baru saja berganti pelatih dan harus kehilangan beberapa pilar utamanya.

Jalannya Pertandingan: Set-Piece Jadi Momok Hearts

Hearts sebenarnya memulai laga dengan cukup baik. Mereka mampu menciptakan peluang melalui Harry Milne yang memaksa kiper Sturm Graz, Alexander Schwolow, melakukan penyelamatan. Namun, keunggulan tim tamu hanya bertahan empat menit. Dari lemparan ke dalam panjang, Stankovic lolos dari kawalan dan menanduk bola melewati Jamie McCart.

Unggul satu gol, Sturm Graz terus menekan. Seedy Jatta nyaris menggandakan keunggulan andai sundulannya tidak membentur tiang usai sepak pojok. Schwolow, yang tetap diturunkan meski sudah sepakat pindah ke Mainz, tampil sigap dengan penyelamatan kakinya.

Memasuki menit ke-50, petaka kembali menghampiri Hearts. Dari sepak pojok, Mitchell dengan leluasa menyundul bola dari jarak dekat. Tiga menit kemudian, Weinhandl melepaskan tembakan yang mengenai Milne dan masuk ke gawang. Gol keempat datang di menit ke-59 ketika Heil dengan mudah menaklukkan Schwolow di tiang dekat setelah mendapatkan ruang dan waktu yang cukup.

Peluang Emas yang Terbuang

Meski tertinggal, Hearts sejatinya memiliki beberapa peluang emas di babak pertama. Claudio Braga memaksa kiper Graz bekerja keras, lalu Landry Kabore melepaskan tembakan tepat ke arah kiper dari jarak 10 yard setelah menerima umpan Oisin McEntee. Peluang terbaik mungkin datang dari Alexandros Kyziridis yang gagal memanfaatkan umpan Braga di dalam kotak penalti.

Di babak kedua, Hearts juga mendapat sejumlah peluang melalui sundulan McEntee yang melenceng, serta McCart yang gagal mengarahkan bola ke gawang. Tom Renaud dua kali melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang masih melambung.

Dampak pada Peluang Hearts di Kualifikasi Liga Champions

Dengan kekalahan 4-0 ini, peluang Hearts untuk lolos ke fase grup Liga Champions hampir tertutup. Mereka harus menang dengan selisih minimal lima gol di leg kedua di Tynecastle pekan depan. Tugas yang nyaris mustahil mengingat performa Sturm Graz yang solid, terutama dalam skema bola mati.

Kegagalan di kualifikasi Liga Champions ini kemungkinan besar akan membuat Hearts turun ke Liga Europa. Di kompetisi tersebut, mereka akan menghadapi Benfica atau St. Gallen. Sementara pemenang duel ini akan bertemu Fenerbahce atau Gornik Zabrze di babak berikutnya.

Analisis: Debut Pahit Pelatih Baru dan Kelemahan di Bola Mati

Vrancken mengambil keputusan berani dengan meninggalkan Sint-Truiden yang sudah memastikan tiket ke Liga Europa demi menukangi Hearts. Namun, ia dihadapkan pada realitas pahit. Kepergian Lawrence Shankland dan Cammy Devlin yang mengikuti Derek McInnes ke Rangers jelas meninggalkan lubang besar di skuad.

Dua pemain debutan, Calvin Miller dan Malachi Fagan-Walcott, langsung dimasukkan ke starting XI. Jamie McCart juga dipilih di lini belakang menggantikan Stuart Findlay, salah satu pemain kunci musim lalu. Keputusan ini belum membuahkan hasil maksimal.

Yang menjadi sorotan adalah kerapuhan Hearts dalam menghadapi bola mati. Mereka kebobolan dari lemparan ke dalam dan sepak pojok. Pelatih baru tim, Liam Ross yang menggantikan Ross Grant, belum mampu memperbaiki organisasi pertahanan dalam situasi tersebut. Padahal, set-piece menjadi salah satu kekuatan Hearts saat menantang gelar musim lalu.

Kesimpulan

Kekalahan 4-0 dari Sturm Graz menjadi pukulan awal yang telak bagi era Wouter Vrancken di Hearts. Semua indikator menunjukkan bahwa timnya belum siap bersaing di kualifikasi Liga Champions. Namun, sepak bola masih menyisakan peluang. Leg kedua di Tynecastle bisa menjadi ajang pembuktian karakter tim, meskipun secara realistis target utama kini bergeser ke kompetisi Eropa lainnya.

Arthur Fery: Area Perbaikan Jelang US Open Menurut Tim Henman

Arthur Fery: Petenis Inggris Nomor Satu yang Siap Bersaing di US Open

Arthur Fery, petenis muda yang kini menjadi nomor satu Inggris, akan menghadapi tur lapangan keras Amerika dengan sejumlah area yang perlu ditingkatkan jelang US Open. Menurut legenda tenis Inggris, Tim Henman, justru hal inilah yang membuat masa depan Fery begitu menjanjikan.

Perjalanan Fery yang mengejutkan hingga semifinal Wimbledon telah menyuntikkan energi positif bagi tenis Inggris. Kini perhatian publik tertuju padanya saat ia bersiap tampil di US Open New York, yang akan disiarkan langsung oleh Sky Sports Tennis mulai 30 Agustus.

Lonjakan Peringkat dan Dampaknya

Fery yang berusia 24 tahun (saat artikel ditulis, 23 tahun) melesat dari peringkat 114 dunia ke posisi 36 setelah sukses di Wimbledon. Ia menjadi petenis Inggris kelima di abad ini yang berhasil mencapai pekan kedua di All England Club. Kini, dirinya mendapatkan akses langsung ke turnamen Masters untuk pertama kalinya, yaitu di Cincinnati (13-23 Agustus), sebelum berlaga di Winston-Salem Open (23-29 Agustus) dan debut di Flushing Meadows.

Area Perbaikan Menurut Tim Henman

Berbicara di Royal Birkdale menjelang The Open, Henman menyebut pencapaian Fery di Wimbledon sebagai sesuatu yang “luar biasa” dan “transformasional bagi karier dan kehidupannya.” Menurut mantan petenis nomor satu Inggris ini, Fery masih memiliki banyak aspek permainan yang bisa diasah untuk bersaing dengan lawan-lawan papan atas.

  • Kekuatan fisik dan power pukulan: Henman yakin Fery akan terus meningkatkan kemampuan power-nya agar bisa sejajar dengan pemain elit dunia.
  • Konsistensi di turnamen besar: Meskipun performa di Wimbledon sangat impresif, Henman menekankan pentingnya mempertahankan level permainan di ajang Grand Slam dan Masters 1000 yang lebih ketat.
  • Penyesuaian dengan status baru: Kehilangan anonimitas dan tekanan ekspektasi publik menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi Fery ke depannya.

“Dia memulai tahun di peringkat 185, lolos kualifikasi di Melbourne, lalu terus meningkatkan peringkatnya. Mendapat wild card di Wimbledon di peringkat 114 dan memenangkan lima pertandingan hingga semifinal adalah pencapaian luar biasa. Ini menunjukkan betapa tipisnya selisih antar pemain top,” ujar Henman.

Jadwal Padat Menuju US Open

Dengan peringkat 36 yang digunakan untuk undian utama US Open, Fery tidak memiliki banyak waktu untuk menaikkan posisinya. Namun, beberapa pemain yang mundur bisa membantunya masuk ke jajaran unggulan. “Poin peringkat akan dihitung setelah Wimbledon, dan pendaftaran dilakukan enam minggu sebelumnya. Jadi turnamen pertama yang bisa ia manfaatkan adalah Cincinnati,” jelas Henman, yang pernah menjadi semifinalis US Open 2004.

Menghadapi Sorotan Media Seperti Emma Raducanu

Fery sadar bahwa sorotan media akan semakin besar setelah kesuksesannya di Wimbledon. Ia mengaku sudah memikirkan bagaimana mengelola perhatian publik, mirip dengan yang dialami Emma Raducanu setelah memenangkan US Open 2021.

“Bahkan selama turnamen, saya sudah membayangkan kehidupan setelahnya dan bagaimana menanganinya. Kami sudah melihat bagaimana orang-orang yang menerobos dengan cara seperti itu sebelumnya. Dengan Emma, dia memenangkan Grand Slam, saya belum, tapi tetap ada banyak perhatian media. Menangani ekspektasi dari diri sendiri dan publik akan sangat penting,” ujar Fery kepada Sky News.

Kesiapan Mental dan Fisik

Petenis kelahiran Wimbledon ini mengaku siap menghadapi perubahan gaya hidup di tur profesional. “Saya akan terbiasa dengan kehidupan tur yang penuh dengan perhatian media. Saya pikir saya siap. Ini juga pertama kalinya saya bermain di US Open. Tahun lalu saya bahkan tidak bermain kualifikasi, jadi ini akan menjadi pengalaman hebat,” tambahnya.

Peluang Menjadi Unggulan di US Open

Fery juga santai menanggapi kemungkinan masuk 32 besar unggulan. “Mungkin saya sudah masuk jika beruntung, ada beberapa pemain yang mundur. Saya rasa peringkat saya tidak akan berubah lagi sebelum daftar US Open keluar. Menjadi unggulan tentu melindungi dari pemain top, tapi ini pertama kalinya saya lolos langsung ke undian utama berkat peringkat. Saya akan menjalani apa adanya,” pungkasnya.

Dukungan dari petenis Inggris lain seperti Emma Raducanu, Jack Draper, Katie Boulter, dan Cam Norrie diharapkan bisa menambah semangat Fery dalam menghadapi US Open 2026.

Kesimpulan: Arthur Fery memiliki potensi besar untuk bersinar di US Open, meski masih ada beberapa aspek permainan yang perlu dimatangkan. Dengan bimbingan dari tokoh seperti Tim Henman dan pengalaman berharga dari Wimbledon, petenis muda ini siap menulis babak baru dalam kariernya di panggung Grand Slam.

Kejutan di World Matchplay! Cameron Menzies Tumbangkan Luke Humphries dengan Checkout 170

Dunia Darts Geger: Cameron Menzies Singkirkan Unggulan Kedua

Pertandingan pertama babak pertama World Matchplay 2026 menyuguhkan salah satu kejutan terbesar tahun ini. Cameron Menzies sukses mengalahkan Luke Humphries, juara bertahan 2024 dan pemain peringkat dua dunia, dengan skor 10-7 di Winter Gardens, Blackpool, Senin malam (20 Juli). Kemenangan ini langsung menjadi buah bibir karena pahlawan Skotlandia itu menyelesaikan laga dengan checkout fantastis 170 di depan ribuan penonton yang bergemuruh.

Ini adalah kemenangan perdana Menzies di panggung Winter Gardens setelah sebelumnya beberapa kali gagal melewati rintangan pertama. Ia tidak hanya mengalahkan salah satu pemain terbaik dunia, tetapi juga menunjukkan mental baja yang jarang terlihat dari dirinya sebelumnya.

Jalannya Pertandingan: Drama Enam Kali Break dan Comeback Sengit

Sejak awal, laga berjalan ketat. Menzies unggul 3-2 setelah menyelesaikan finish double-double 129 yang brilian. Namun, Humphries membalas dengan checkout 167 yang spektakuler untuk menyamakan kedudukan 3-3 tepat setelah interval pertama. Saat itu, kedua pemain telah mencatatkan enam break lemparan berturut-turut, menunjukkan betapa sengitnya pertarungan.

Dominasi Menzies dan Perlawanan Humphries

Menzies kemudian melesat dengan memenangi empat leg beruntun dan memimpin 7-3. Namun, Humphries tidak menyerah. Ia memenangi empat dari lima leg berikutnya dan mendekatkan skor menjadi 7-8. Di saat-saat kritis itulah keajaiban terjadi. Menzies, yang mulai gugup saat mendekati garis finis, justru melepaskan checkout 170 untuk memastikan kemenangan dan lolos ke babak kedua.

Kemenangan ini mengantarkan Menzies berhadapan dengan Ross Smith di babak berikutnya. Smith sendiri sebelumnya menyingkirkan debutan Kevin Doets dengan kemenangan 10-8, meski Doets mencatat rata-rata 104,19. Smith menutup pertandingan dengan finish Shanghai 120 yang memukau.

Reaksi Cameron Menzies: “Ini Kemenangan Terbesar Saya”

Usai pertandingan, Menzies yang biasanya dikenal emosional mengaku sangat lega. “Tidak ada yang memberi saya harapan! Saya sendiri tidak percaya, tapi akhirnya saya menang di Winter Gardens,” ujarnya kepada Sky Sports. “Luke Humphries adalah pria hebat dan pemain hebat. Saat unggul 7-3, saya berusaha tidak memikirkan garis finis, tapi rasa gugup tetap datang. Untuk mengalahkan Humphries – saya tahu dia akan kecewa – ini adalah kemenangan terbesar saya.”

Analisis Wayne Mardle: Momen Terbaik Menzies

Legenda darts Wayne Mardle memuji penampilan Menzies. “Ini kemenangan terbaiknya, dan dia sendiri mengakui itu. Banyak orang menyoroti emosinya, tapi yang penting adalah cara dia memenangkan pertandingan. Ada banyak tekanan, dia sempat break balik dua kali, lalu unggul, lalu dikejar. Tapi dia tetap tenang dan menemukan level permainan lagi saat dibutuhkan. Itu adalah hal yang jarang kita lihat darinya. Setelah malam ini, dia tahu dia bisa menghadapi apa pun,” jelas Mardle.

Kejutan Lain: Gerwyn Price Lolos dengan Susah Payah

Di pertandingan lain, mantan finalis World Matchplay Gerwyn Price nyaris tersingkir oleh Martin Schindler. Price tertinggal 0-4 dan 2-6, lalu bangkit dan memanfaatkan kesalahan Schindler di double untuk menang 11-9. “Tanpa penonton, saya pasti kalah hari ini. Itu permainan terburuk saya musim ini,” kata Price jujur. Ia akan bertemu Rob Cross di babak kedua setelah Cross mengalahkan Danny Noppert 10-3.

Jadwal Hari Kedua: Littler vs Aspinall Jadi Sorotan

World Matchplay 2026 berlangsung di Winter Gardens, Blackpool, hingga 26 Juli. Juara bertahan Luke Littler akan menghadapi Nathan Aspinall dalam laga blockbuster pada hari kedua (21 Juli). Pertandingan menarik lainnya termasuk Stephen Bunting vs Josh Rock, Michael van Gerwen vs Dirk van Duijvenbode, dan Gary Anderson vs Jonny Clayton.

Bagi pecinta darts, kejutan seperti kemenangan Menzies atas Humphries membuktikan bahwa turnamen ini selalu penuh drama. Saksikan semua aksi langsung hanya di Sky Sports atau streaming via NOW.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026: Gol Ferran Torres di Extra Time Tundukkan Argentina

Spanyol Kalahkan Argentina 1-0 di Final Piala Dunia 2026

Spanyol berhasil meraih gelar juara Piala Dunia untuk kedua kalinya setelah mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 di partai final yang berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey. Gol semata wayang dicetak oleh pemain pengganti Ferran Torres pada menit ke-106 babak perpanjangan waktu. Kemenangan ini sekaligus membalas kegagalan Spanyol di edisi sebelumnya dan menegaskan dominasi mereka di pentas sepak bola dunia.

Laga yang disaksikan oleh 80.663 penonton itu berlangsung sengit. Spanyol mendominasi penguasaan bola dan menciptakan 20 tembakan, sementara Argentina tidak satu pun tembakan tepat sasaran. Lionel Messi, yang diperkirakan tampil di Piala Dunia terakhirnya, hanya menyentuh bola sebanyak 54 kali dan gagal memberikan ancaman berarti.

Bagi para penggemar mix parlay, hasil ini tentu menjadi kejutan karena banyak yang mengandalkan Argentina sebagai juara. Kemenangan Spanyol justru mengubah peta prediksi dan menunjukkan bahwa tim Matador layak diunggulkan di turnamen besar.

Jalannya Pertandingan: Dominasi Spanyol dan Kegagalan Argentina

Spanyol langsung menekan sejak awal. Lamine Yamal mencatatkan tembakan pertama tepat sasaran pada menit kelima. Namun, kiper Argentina, Emiliano Martinez, tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan penting, termasuk menghalau peluang dari Oyarzabal, Pedro, dan Pau Cubarsi. Hingga babak pertama berakhir, skor masih 0-0.

Argentina bermain bertahan dan mengandalkan serangan balik, namun tak mampu menembus pertahanan rapat Spanyol. Pada menit ke-90+3, Chelsea Enzo Fernandez mendapat kartu kuning kedua dan harus meninggalkan lapangan, membuat Argentina bermain dengan 10 orang. Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Spanyol untuk terus menekan.

Pada masa injury time babak kedua, Nico Williams sempat menjebol gawang Argentina, tetapi gol dianulir karena pelanggaran Mikel Merino terhadap Nicolas Otamendi. Pertandingan akhirnya berlanjut ke babak extra time.

Gol Penentu Ferran Torres

Memasuki babak extra time, Spanyol semakin gencar menyerang. Pada menit ke-106, umpan terobosan dari Nico Williams diterima Ferran Torres yang dengan keras melepaskan tembakan ke gawang. Bola meluncur deras dan tak mampu dijangkau Martinez. Itulah satu-satunya gol yang tercipta hingga pertandingan usai.

Torres nyaris menggandakan keunggulan pada menit ke-114, namun golnya dianulir karena offside. Di sisi lain, Argentina hampir menyamakan kedudukan pada menit ke-120+2 melalui Giuliano Simeone, tetapi sepakannya melambung di atas gawang. Spanyol pun keluar sebagai juara.

Messi Gagal Memberi Keajaiban di Final Terakhirnya

Lionel Messi, yang genap berusia 39 tahun saat turnamen, tampil sangat tidak dominan. Argentina hanya menguasai bola 34,9 persen dan gagal menciptakan satu pun tembakan tepat sasaran. Messi pun kalah dalam perburuan Sepatu Emas dari Kylian Mbappe yang unggul dua gol.

Kegagalan ini menandai akhir era Messi di Piala Dunia. Meskipun sempat membawa Argentina juara pada 2022, ia tak mampu mengulang keajaiban di New Jersey. Analis Sky Sports, Charlotte Marsh, mencatat bahwa absennya kontribusi Messi justru menunjukkan betapa besar ketergantungan Argentina padanya.

Insiden Memalukan Setelah Peluit Akhir

Suasana kurang sportif mewarnai akhir laga. Pemain Argentina, Leandro Paredes dan Nahuel Molina, terlibat aksi tidak terpuji dengan menyerang pemain Spanyol. Molina menyikut Rodri, sementara Paredes menendang Eric Garcia dan mendorongnya dengan kasar. Paredes bahkan sempat memukul wajah pemain cadangan Spanyol dan akhirnya mendapat kartu merah setelah pertandingan usai.

Spanyol: Tim Terbaik di Turnamen

Sepanjang Piala Dunia 2026, Spanyol hanya kebobolan satu gol dan tidak pernah tertinggal dalam pertandingan. Mereka menyingkirkan Prancis di semifinal dan kini mengalahkan juara bertahan Argentina. Pelatih Luis de la Fuente berhasil mempertahankan rekor tak terkalahkan di turnamen, setelah sebelumnya membawa Spanyol juara Euro 2024.

Gary Neville, komentator ITV, memuji kolektivitas Spanyol: “Mereka bukan kumpulan pemain individu terbaik, tapi tim terbaik. Sistem permainan, pemahaman teknis dan taktis mereka luar biasa.”

Ferran Torres, yang menjadi pahlawan, mengungkapkan rasa syukurnya: “Sepertinya takdir sudah menulis bahwa kami akan menang. Gol ini untuk 47 juta rakyat Spanyol. Saya banyak dikritik, tapi Tuhan memberi saya kekuatan.”

Analisis: Pantaskah Spanyol Jadi Juara?

Adam Bate dari Sky Sports menilai kemenangan Spanyol sepenuhnya layak: “Mereka memulai turnamen dengan hasil imbang melawan Cape Verde, tapi berakhir sebagai juara. Hanya satu gol kebobolan, tidak pernah tertinggal, dan bermain indah. Juara Eropa kini juga juara dunia.”

Mikel Merino, gelandang Spanyol, menambahkan bahwa timnya bermain dengan konsentrasi tinggi dan percaya diri menghadapi pertahanan rapat Argentina. “Kami tahu kami lebih baik secara sepak bola. Kami pantas menang,” ujarnya.

Kemenangan ini sekaligus mengingatkan pada final 2010, ketika gol Andres Iniesta di extra time juga membawa Spanyol juara. Kini, nama Ferran Torres bergabung dalam daftar pahlawan.

Kesimpulan

Final Piala Dunia 2026 menjadi bukti kehebatan Spanyol yang tampil konsisten dan kolektif. Argentina, meskipun juara bertahan, tidak mampu mengimbangi permainan Spanyol. Kemenangan ini semakin mengukuhkan Spanyol sebagai salah satu kekuatan besar sepak bola dunia. Bagi para penggemar mix parlay, hasil ini mengajarkan bahwa di turnamen besar, kejutan selalu mungkin terjadi.

Hat-trick Saka Bawa Inggris Raih Perunggu Piala Dunia 2026

Laga Sengit Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia 2026

Pertandingan perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Inggris berlangsung dramatis di Hard Rock Stadium, Miami, dengan kehadiran 64.478 penonton. Inggris raih perunggu Piala Dunia 2026 setelah menang 6-4 dalam laga yang menghasilkan total 10 gol. Hat-trick dari Bukayo Saka menjadi kunci kemenangan Tim Tiga Singa, sekaligus mencatatkan finis terbaik mereka sejak meraih juara pada 1966.

Inggris tampil luar biasa di babak pertama dengan unggul 4-0 melalui gol Declan Rice, Ezri Konsa, dan dua gol Saka. Namun, Prancis bangkit di babak kedua dan nyaris membalikkan keadaan. Gol-gol Kylian Mbappe, Bradley Barcola, dan Ousmane Dembele membuat skor menjadi 4-4 sebelum Inggris akhirnya memastikan kemenangan di masa injury time.

Babak Pertama: Dominasi Inggris yang Mencengangkan

Sejak awal laga, Inggris langsung menekan pertahanan Prancis yang tampak kurang bersemangat. Gol pertama tercipta pada menit ketiga ketika Declan Rice memanfaatkan umpan salah lawan untuk melepaskan tembakan indah. Rice kemudian berperan sebagai pengumpan pada menit ke-18 saat sepak pojoknya disundul oleh Ezri Konsa menjadi gol.

Bukayo Saka mulai menunjukkan tajinya pada menit ke-37 dengan mencetak gol dari rebound peluang Marcus Rashford. Tak lama berselang, di masa injury time babak pertama, Saka kembali menjebol gawang Prancis setelah menerima umpan terobosan Eberechi Eze. Skor 4-0 bertahan hingga turun minum, membuat para pendukung Inggris bermimpi tentang kemenangan besar.

Babak Kedua: Kebangkitan Prancis yang Mendebarkan

Memasuki babak kedua, Prancis yang dilatih Didier Deschamps langsung mengubah wajah permainan. Hanya tiga menit setelah jeda, Kylian Mbappe memperkecil ketertinggalan melalui penyelesaian datar. Enam menit kemudian, Bradley Barcola menambah gol setelah menerima umpan Mbappe, menjadikan skor 4-2.

Mbappe terus mengancam dan pada menit ke-66 ia mencatatkan namanya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia dengan gol ke-22-nya. Kerja sama apiknya dengan Michael Olise membuat Inggris panik. Olise sempat memiliki dua peluang emas untuk menyamakan kedudukan, tetapi belum berhasil.

Drama Lima Menit Terakhir dan Kemenangan Inggris

Ketika pertandingan tampak akan berakhir dengan kemenangan tipis Inggris, Malo Gusto melakukan pelanggaran terhadap Djed Spence di kotak penalti. Saka maju sebagai eksekutor dan dengan tenang menaklukkan kiper pada menit ke-87, melengkapi hat-trick-nya.

Namun drama belum usai. Di menit ke-90+6, Ousmane Dembele melepaskan tembakan melengkung yang tak mampu diantisipasi kiper Inggris. Skor berubah 5-4 dan Prancis masih memiliki waktu untuk menyamakan. Tapi dua menit kemudian, Jude Bellingham menggagalkan harapan Les Bleus. Ia menggiring bola melewati beberapa pemain bertahan dan mencetak gol keenam Inggris. Inggris raih perunggu Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 6-4 yang luar biasa.

Komentar Pemain dan Pelatih

Bukayo Saka, yang menjadi bintang lapangan, mengaku senang bisa berkontribusi banyak. “Tentu saya ingin bermain lebih banyak di turnamen ini, tapi sekarang saatnya move on. Saya mencoba berbicara melalui aksi di lapangan,” ujarnya kepada BBC Sport. Ia juga menegaskan bahwa dirinya dalam kondisi fit sepanjang turnamen.

Pelatih Inggris Thomas Tuchel memuji mentalitas tim. “Ini laga yang gila. Babak pertama luar biasa, babak kedua kacau. Kami sangat lelah setelah jadwal padat, tapi para pemain menunjukkan semangat juang yang hebat,” kata Tuchel. Ia juga membahas keputusannya tidak memainkan Saka di semifinal melawan Argentina, menyebutnya sebagai feeling sesaat dan ia tetap menganggap Saka sebagai pemain kunci.

Sementara itu, asisten pelatih Anthony Barry mengaku emosional saat diwawancarai di babak pertama. “Melihat para pemain dengan patah hati setelah semifinal, lalu mereka bisa tampil seperti ini demi kebanggaan Inggris, sungguh luar biasa,” ujarnya.

Catatan Sejarah dari Laga Ini

  • Kylian Mbappe resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan 22 gol, melampaui rekor sebelumnya.
  • Bukayo Saka menjadi pemain Inggris keempat yang mencetak hat-trick di Piala Dunia, setelah Geoff Hurst, Gary Lineker, dan Harry Kane.
  • Jude Bellingham mencetak gol ketujuhnya di turnamen ini, membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak Inggris dalam satu edisi Piala Dunia.
  • Ini adalah pertama kalinya Inggris finis di tiga besar Piala Dunia sejak menjadi juara pada 1966.

Kesimpulan: Prestasi yang Membangkitkan Harapan

Meski kekecewaan karena gagal di semifinal masih terasa, kemenangan ini membuktikan kedalaman skuad dan mentalitas Inggris. Inggris raih perunggu Piala Dunia 2026 dengan cara yang spektakuler dan menghibur. Hasil ini juga memberi sinyal positif menjelang Euro 2028 yang akan digelar di kandang sendiri, di mana Thomas Tuchel diharapkan bisa membawa tim meraih gelar.

Suara cemoohan dari penggemar Inggris sebelum pertandingan berganti menjadi sorak-sorai di akhir laga. Tuchel mungkin belum sepenuhnya memulihkan kepercayaan, tetapi performa di Miami setidaknya menunjukkan bahwa tim ini memiliki potensi besar. Kini para pendukung bisa menatap turnamen berikutnya dengan optimisme yang baru.