Spanyol Kalahkan Argentina 1-0 di Final Piala Dunia 2026
Spanyol berhasil meraih gelar juara Piala Dunia untuk kedua kalinya setelah mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 di partai final yang berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey. Gol semata wayang dicetak oleh pemain pengganti Ferran Torres pada menit ke-106 babak perpanjangan waktu. Kemenangan ini sekaligus membalas kegagalan Spanyol di edisi sebelumnya dan menegaskan dominasi mereka di pentas sepak bola dunia.
Laga yang disaksikan oleh 80.663 penonton itu berlangsung sengit. Spanyol mendominasi penguasaan bola dan menciptakan 20 tembakan, sementara Argentina tidak satu pun tembakan tepat sasaran. Lionel Messi, yang diperkirakan tampil di Piala Dunia terakhirnya, hanya menyentuh bola sebanyak 54 kali dan gagal memberikan ancaman berarti.
Bagi para penggemar mix parlay, hasil ini tentu menjadi kejutan karena banyak yang mengandalkan Argentina sebagai juara. Kemenangan Spanyol justru mengubah peta prediksi dan menunjukkan bahwa tim Matador layak diunggulkan di turnamen besar.
Jalannya Pertandingan: Dominasi Spanyol dan Kegagalan Argentina
Spanyol langsung menekan sejak awal. Lamine Yamal mencatatkan tembakan pertama tepat sasaran pada menit kelima. Namun, kiper Argentina, Emiliano Martinez, tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan penting, termasuk menghalau peluang dari Oyarzabal, Pedro, dan Pau Cubarsi. Hingga babak pertama berakhir, skor masih 0-0.
Argentina bermain bertahan dan mengandalkan serangan balik, namun tak mampu menembus pertahanan rapat Spanyol. Pada menit ke-90+3, Chelsea Enzo Fernandez mendapat kartu kuning kedua dan harus meninggalkan lapangan, membuat Argentina bermain dengan 10 orang. Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Spanyol untuk terus menekan.
Pada masa injury time babak kedua, Nico Williams sempat menjebol gawang Argentina, tetapi gol dianulir karena pelanggaran Mikel Merino terhadap Nicolas Otamendi. Pertandingan akhirnya berlanjut ke babak extra time.
Gol Penentu Ferran Torres
Memasuki babak extra time, Spanyol semakin gencar menyerang. Pada menit ke-106, umpan terobosan dari Nico Williams diterima Ferran Torres yang dengan keras melepaskan tembakan ke gawang. Bola meluncur deras dan tak mampu dijangkau Martinez. Itulah satu-satunya gol yang tercipta hingga pertandingan usai.
Torres nyaris menggandakan keunggulan pada menit ke-114, namun golnya dianulir karena offside. Di sisi lain, Argentina hampir menyamakan kedudukan pada menit ke-120+2 melalui Giuliano Simeone, tetapi sepakannya melambung di atas gawang. Spanyol pun keluar sebagai juara.
Messi Gagal Memberi Keajaiban di Final Terakhirnya
Lionel Messi, yang genap berusia 39 tahun saat turnamen, tampil sangat tidak dominan. Argentina hanya menguasai bola 34,9 persen dan gagal menciptakan satu pun tembakan tepat sasaran. Messi pun kalah dalam perburuan Sepatu Emas dari Kylian Mbappe yang unggul dua gol.
Kegagalan ini menandai akhir era Messi di Piala Dunia. Meskipun sempat membawa Argentina juara pada 2022, ia tak mampu mengulang keajaiban di New Jersey. Analis Sky Sports, Charlotte Marsh, mencatat bahwa absennya kontribusi Messi justru menunjukkan betapa besar ketergantungan Argentina padanya.
Insiden Memalukan Setelah Peluit Akhir
Suasana kurang sportif mewarnai akhir laga. Pemain Argentina, Leandro Paredes dan Nahuel Molina, terlibat aksi tidak terpuji dengan menyerang pemain Spanyol. Molina menyikut Rodri, sementara Paredes menendang Eric Garcia dan mendorongnya dengan kasar. Paredes bahkan sempat memukul wajah pemain cadangan Spanyol dan akhirnya mendapat kartu merah setelah pertandingan usai.
Spanyol: Tim Terbaik di Turnamen
Sepanjang Piala Dunia 2026, Spanyol hanya kebobolan satu gol dan tidak pernah tertinggal dalam pertandingan. Mereka menyingkirkan Prancis di semifinal dan kini mengalahkan juara bertahan Argentina. Pelatih Luis de la Fuente berhasil mempertahankan rekor tak terkalahkan di turnamen, setelah sebelumnya membawa Spanyol juara Euro 2024.
Gary Neville, komentator ITV, memuji kolektivitas Spanyol: “Mereka bukan kumpulan pemain individu terbaik, tapi tim terbaik. Sistem permainan, pemahaman teknis dan taktis mereka luar biasa.”
Ferran Torres, yang menjadi pahlawan, mengungkapkan rasa syukurnya: “Sepertinya takdir sudah menulis bahwa kami akan menang. Gol ini untuk 47 juta rakyat Spanyol. Saya banyak dikritik, tapi Tuhan memberi saya kekuatan.”
Analisis: Pantaskah Spanyol Jadi Juara?
Adam Bate dari Sky Sports menilai kemenangan Spanyol sepenuhnya layak: “Mereka memulai turnamen dengan hasil imbang melawan Cape Verde, tapi berakhir sebagai juara. Hanya satu gol kebobolan, tidak pernah tertinggal, dan bermain indah. Juara Eropa kini juga juara dunia.”
Mikel Merino, gelandang Spanyol, menambahkan bahwa timnya bermain dengan konsentrasi tinggi dan percaya diri menghadapi pertahanan rapat Argentina. “Kami tahu kami lebih baik secara sepak bola. Kami pantas menang,” ujarnya.
Kemenangan ini sekaligus mengingatkan pada final 2010, ketika gol Andres Iniesta di extra time juga membawa Spanyol juara. Kini, nama Ferran Torres bergabung dalam daftar pahlawan.
Kesimpulan
Final Piala Dunia 2026 menjadi bukti kehebatan Spanyol yang tampil konsisten dan kolektif. Argentina, meskipun juara bertahan, tidak mampu mengimbangi permainan Spanyol. Kemenangan ini semakin mengukuhkan Spanyol sebagai salah satu kekuatan besar sepak bola dunia. Bagi para penggemar mix parlay, hasil ini mengajarkan bahwa di turnamen besar, kejutan selalu mungkin terjadi.
