Drama Epik di Atlanta: Messi Bawa Argentina Bangkit dari Jurang Kekalahan
Lionel Messi sekali lagi membuktikan dirinya sebagai pemain yang tak boleh diabaikan. Dalam laga sengit Argentina vs Mesir Piala Dunia, tim Tango nyaris mengalami kekalahan memalukan. Tertinggal dua gol hingga 11 menit sebelum waktu normal berakhir, Argentina akhirnya mampu membalikkan keadaan dan menang dramatis 3-2.
Pertandingan yang digelar di Atlanta ini menyajikan emosi luar biasa. Messi, yang sebelumnya gagal mengeksekusi dua penalti di turnamen yang sama, muncul sebagai pahlawan dengan satu assist dan satu gol penyeimbang. Kemenangan ini membuat Argentina lolos ke babak berikutnya dan memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di Piala Dunia edisi ini.
Jalannya Pertandingan: Mesir Bikin Kejutan Sejak Awal
Mesir datang dengan percaya diri setelah mengalahkan Australia melalui adu penalti di babak sebelumnya. Mereka bermain tanpa beban dan langsung menggebrak pertahanan Argentina. Pada menit ke-15, Marwan Attia mengirimkan tendangan sudut yang disambut sundulan keras Yasser Ibrahim. Gol itu membuat bangku cadangan Mesir bergemuruh.
Argentina mencoba merespons, tetapi kiper Mesir Mostafa Shobeir tampil gemilang. Ia menggagalkan penalti Messi pada menit ke-30 setelah Nicolás Tagliafico dilanggar di kotak terlarang. Shobeir, yang baru menjadi kiper utama dalam beberapa bulan terakhir setelah menggantikan Mohamed El Shenawy, melakukan penyelamatan demi penyelamatan.
Kiper Mesir Gagalkan Messi Dua Kali
Messi sebenarnya punya peluang emas dari titik putih, tapi eksekusinya lemah dan mudah dibaca Shobeir. Ini menjadi penalti kedua yang gagal dikonversi Messi di turnamen ini—sebuah rekor negatif karena ia menjadi pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang gagal dua kali dari titik penalti dalam satu edisi.
Shobeir juga menggagalkan tembakan jarak dekat Alexis Mac Allister dan Julian Alvarez. Alhasil, untuk pertama kalinya sejak 2010, Argentina tertinggal di babak pertama dalam sebuah laga Piala Dunia. Saat itu mereka dibantai Jerman 4-0 di perempat final.
Babak Kedua: Kontroversi VAR dan Gol Balasan Argentina
Di babak kedua, Argentina masih kesulitan menembus pertahanan kokoh Mesir. Namun, VAR sempat menganulir gol Mesir yang dicetak Mostafa Ziko karena pelanggaran di awal serangan. Wasit François Letexier menunjuk pelanggaran Marwan Attia terhadap Lisandro Martínez yang terjadi hampir 30 detik sebelumnya.
Mesir tidak patah semangat. Mereka kembali mencetak gol melalui aksi individu Haissem Hassan yang mempermalukan Nahuel Molina. Umpan silangnya diselesaikan dengan sempurna oleh Ziko. Skor berubah 2-0 untuk Mesir, dan Argentina kini benar-benar terpuruk.
Messi Turun Tangan: Assist dan Gol Penyelamat
Ketika semua orang mengira Argentina akan tumbang, Messi menunjukkan kelasnya. Ia mengirimkan umpan silang presisi ke kepala Cristian Romero yang sukses memperkecil ketertinggalan. Empat menit kemudian, giliran Messi yang mencetak gol. Bola liar jatuh ke kakinya, dan meskipun Shobeir sudah menjangkau tembakan, bola tetap masuk. Skor imbang 2-2.
Gol penyama itu membuat stadion bergemuruh. Pertandingan Argentina vs Mesir Piala Dunia ini menjadi salah satu comeback paling dramatis sepanjang sejarah. Argentina belum selesai. Mesir lengah, dan Enzo Fernández sukses menyundul umpan silang Lautaro Martínez untuk memastikan kemenangan 3-2. Mesir protes karena menganggap ada pelanggaran dalam proses gol, tapi wasit tetap mengesahkannya.
Reaksi Pemain dan Pelatih
Usai pertandingan, Messi menangis haru. Rekan-rekannya mengangkatnya ke udara—untungnya mereka tidak menjatuhkan ikon yang telah lama menggendong bangsa Argentina di pundaknya. Pelatih Lionel Scaloni begitu emosional hingga tidak bisa menyelesaikan wawancara pasca-pertandingan. Scaloni sebelumnya sudah memperingatkan timnya untuk waspada setelah nyaris tersingkir oleh Cape Verde.
Sementara itu, Mesir merasa dikhianati VAR. Pelatih Hossam Hassan marah besar karena VAR menganulir gol kedua mereka untuk pelanggaran yang terjadi lebih dari 30 detik sebelumnya di area pertahanan Argentina. Namun, mereka tetap layak diacungi jempol karena mampu merepotkan juara dunia bertahan. Mesir belum pernah memenangi pertandingan Piala Dunia sebelumnya, dan nyaris membuat kejutan besar.
Kesimpulan: Messi Tetap Tak Terbendung
Pertandingan Argentina vs Mesir Piala Dunia ini membuktikan satu hal: jangan pernah menulis Lionel Messi lebih awal. Meskipun gagal penalti dan tertekan, ia tetap menjadi pembeda di saat kritis. Argentina kini melaju dengan modal kepercayaan diri tinggi, sementara Mesir pulang dengan kepala tegak setelah memberikan perlawanan sengit.
Ini menjadi kali pertama dalam sejarah Piala Dunia sebuah tim bangkit dari defisit dua gol di menit-menit akhir. Messi juga mencatatkan rekor sebagai pemain pertama yang mencetak gol dalam enam pertandingan knockout berturut-turut. Dengan 21 gol di Piala Dunia, ia unggul satu gol dari Kylian Mbappé dan Erling Haaland. Mampukah Argentina mempertahankan gelar? Semua mata akan tertuju pada Messi.
