Ifeanyi Ndukwe menjadi salah satu pemain muda yang paling mencuri perhatian dalam pramusim Liverpool. Namun, bek berusia 18 tahun tersebut tidak dapat tampil di laga kompetitif pada 2026 karena aturan izin kerja pasca-Brexit yang mengharuskannya memenuhi target poin tertentu. Alhasil, ia hanya bisa bermain di pertandingan persahabatan bersama The Reds.
Situasi ini menjadi ironi bagi pelatih anyar Liverpool, Andoni Iraola, yang sedang kesulitan mencari stok bek tengah. Joe Gomez mengalami cedera di laga pramusim pertama, Jeremy Jacquet yang dibeli seharga £60 juta masih bergelut dengan cedera lutut, sementara Giovanni Leoni tengah dalam masa pemulihan. Ndukwe sejatinya tampil menjanjikan, tetapi regulasi membuatnya belum bisa dimainkan di kompetisi resmi musim ini.
Penampilan Mengesankan Ndukwe di Pramusim Liverpool
Liverpool menjalani pramusim yang penuh tantangan di bawah arahan Andoni Iraola. Dari empat laga uji coba yang sudah dimainkan, The Reds menang dua kali atas Sunderland dan Wrexham, tetapi membuang keunggulan dua gol saat kalah dari Leeds United dan AS Monaco. Hasil yang beragam ini menunjukkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi Iraola sebelum musim resmi dimulai.
Di tengah minimnya opsi di lini belakang, Ndukwe justru mendapat menit bermain yang melimpah. Ia tercatat sudah dua kali bermain penuh selama 90 menit dan satu kali tampil selama 80 menit pada laga pramusim. Pada pertandingan melawan Monaco di Anfield, ia bahkan dipercaya tampil sejak awal mendampingi kapten Virgil van Dijk.
Pemain bertubuh menjulang setinggi 1,98 meter ini sempat membuat penonton terpukau dengan aksi backheel untuk mengecoh penyerang Monaco, Mika Biereth. Selain itu, ia juga memenangkan sejumlah duel penting di lini pertahanan. Dengan kepergian bek timnas Prancis Ibrahima Konate, masih belum jelas siapa yang akan menjadi pendamping Van Dijk di laga pembuka Premier League melawan Newcastle United.
Dari Wina ke Merseyside: Perjalanan Karier Ndukwe
Ndukwe menghabiskan masa pembinaan di akademi Austria Vienna sebelum menembus tim cadangan klub tersebut. Ia bahkan sempat masuk dalam skuad senior Austria Vienna pada beberapa kesempatan dan mencatatkan satu penampilan resmi. Pengalaman berharga itu menjadi modal awalnya sebelum dilirik klub-klub besar Eropa.
Penampilan impresifnya bersama Timnas Austria di Piala Dunia U-17 pada November tahun lalu membuat Liverpool kepincut. The Reds menyepakati kesepakatan secara prinsip pada Januari, dan transfer senilai £2,6 juta resmi tuntas pada musim panas ini setelah Ndukwe genap berusia 18 tahun. Proses negosiasi yang berjalan cepat menunjukkan betapa seriusnya Liverpool mengamankan talenta muda ini.
Berkat performa apiknya di pramusim, para penggemar Liverpool tentu berharap bisa melihat lebih banyak aksi darinya. Ndukwe masih akan tampil dalam laga uji coba terakhir melawan Como pada 16 Agustus mendatang. Setelah itu, masa depannya akan ditentukan melalui skema peminjaman ke klub lain.
Aturan Brexit dan Sistem Izin Kerja yang Rumit
Sejak Inggris resmi keluar dari Uni Eropa atau Brexit, klub-klub Inggris harus menghadapi sistem izin kerja yang jauh lebih kompleks. Hal ini terutama berdampak pada pemain muda yang belum mapan di level tertinggi dan ingin pindah ke Inggris untuk berkarier. Klub-klub kini harus benar-benar jeli dalam merencanakan transfer pemain asing.
Ndukwe yang merupakan pemain tim nasional muda Austria tidak memiliki cukup poin untuk mendapatkan Governing Body Endorsement (GBE), yaitu dokumen yang menjadi syarat perolehan visa kerja di Inggris. Tanpa poin yang cukup, ia tidak bisa didaftarkan untuk bermain di kompetisi resmi. Padahal, skill dan posturnya sudah terbukti mumpuni di level pramusim.
Ada jalur lain yang bisa ditempuh klub, yaitu melalui slot Elite Significant Contribution (ESC) yang diberikan kepada pemain asing yang tidak memenuhi syarat GBE standar. Berikut ketentuannya:
- Klub Premier League dan Championship bisa mendapatkan hingga empat slot ESC berdasarkan persentase menit bermain pemain England Qualified Players (EQP) pada musim sebelumnya.
- Angka kunci yang harus dicapai adalah 35 persen dari total menit bermain untuk mendapatkan empat slot ESC.
- Jika persentasenya turun di bawah angka tersebut, jumlah slot ESC yang tersedia pun akan berkurang.
Sayangnya, persentase Liverpool pada musim lalu hanya cukup untuk satu slot ESC, dan slot itu sudah digunakan oleh pemain asal Senegal berusia 18
