Maroko Kalahkan Belanda Lewat Drama Adu Penalti yang Mendebarkan

Duel Sengit Berujung Adu Penalti

Maroko kembali menunjukkan ketangguhan mereka di panggung internasional. Dalam pertandingan babak 32 besar yang berlangsung hampir tiga jam, mereka sukses menyingkirkan Belanda lewat adu penalti yang penuh kesalahan dan ketegangan. Ismael Saibari menjadi pahlawan setelah mengeksekusi tendangan penalti penentu kemenangan. Sebelumnya, dua kali tendangan dari kedua tim gagal dikonversi menjadi gol. Momen krusial datang saat kiper Maroko, Yassine Bounou, menggagalkan tembakan Crysencio Summerville—mengingatkan pada aksinya di Piala Dunia 2022 saat menggagalkan dua penalti Spanyol.

Kemenangan ini membawa Maroko melaju ke babak 16 besar untuk bertemu Kanada. Hasil tersebut juga membalas kekalahan pahit yang pernah dialami pendukung setempat, mengingat pada hari yang sama 10 tahun lalu, Meksiko tumbang dari Belanda di babak yang sama.

Jalannya Pertandingan: Belanda Bertahan, Maroko Mendominasi

Sejak awal, Maroko tampil lebih agresif. Mereka terus menekan pertahanan Belanda yang memilih bermain negatif. Pelatih Ronald Koeman mengubah formasi menjadi tiga bek tengah dan mengorbankan gelandang Tijjani Reijnders demi kekompakan. Strategi ini sempat mempersulit Maroko, yang harus mengirim umpan-umpan panjang. Namun perlahan, permainan Maroko mulai mengalir.

Kiper Belanda, Bart Verbruggen, tampil gemilang dengan dua penyelamatan spektakuler: menepis sundulan Neil El Aynaoui dan menepis tendangan keras Achraf Hakimi. Suhu udara yang mencapai 31°C tidak menyurutkan semangat pemain Maroko yang terus mengancam.

Ketegangan meningkat seiring berjalannya waktu. Bek Belanda, Jan Paul van Hecke, beberapa kali mendapat cedera, termasuk luka di kepala akibat benturan. Namun ia terus bertahan. Menjelang turun minum, Yassine Bounou juga melakukan penyelamatan penting dari tendangan jarak jauh Micky van de Ven. Babak pertama berakhir tanpa gol, dengan intensitas yang mengisyaratkan laga akan berlanjut hingga waktu ekstra.

Gol Gakpo yang Penuh Emosi

Memasuki babak kedua, Maroko tetap mendominasi. Ayyoub Bouaddi melepaskan tembakan melambung, dan Hakimi membentur mistar gawang setelah berlari cerdik ke dalam kotak penalti—meski mungkin sudah offside. Belanda nyaris kebobolan saat tendangan bebas Hakimi nyaris disambar Saibari. Namun semua berubah pada menit ke-72.

Wout Weghorst, yang baru masuk, menyundul bola umpan panjang Verbruggen, lalu Summerville berlari dan mengirim bola ke kiri untuk Cody Gakpo. Gakpo melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihalau Bounou. Gol tersebut terasa sangat emosional karena Gakpo baru saja mengumumkan kehilangan calon anaknya bersama pasangan. Ia menangis, menunjuk ke langit, dan dihibur Denzel Dumfries. Sepak bola memang kejam, tapi ada hal-hal yang jauh lebih penting dari sekadar kemenangan.

Penyamaan Skor Lewat Sundulan Diop

Maroko tidak menyerah meski tertinggal. Mereka terus menekan hingga akhirnya mendapatkan hadiah. Umpan silang indah dari Chemsdine Talbi disambut sundulan keras Issa Diop yang membuat kedudukan imbang 1-1. Gol ini memaksa pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu.

Di babak tambahan, Maroko kembali mendominasi. Verbruggen kembali menjadi bintang dengan penyelamatan brilian saat menggagalkan tendangan Soufiane Rahimi menggunakan kombinasi lutut dan tangan. Namun tidak ada gol tambahan yang tercipta, sehingga pemenang harus ditentukan lewat adu penalti.

Adu Penalti yang Penuh Kesalahan

Adu penalti berlangsung kacau. Kedua tim sama-sama gagal dalam dua kesempatan awal. Namun Yassine Bounou kembali menunjukkan ketenangannya. Ia berhasil menepis tendangan Crysencio Summerville, membuka jalan bagi Ismael Saibari untuk mengeksekusi penalti penentu. Saibari tidak menyia-nyiakan kesempatan dan memastikan Maroko melaju ke babak selanjutnya.

Hasil ini membuktikan bahwa Maroko layak diperhitungkan. Mereka tampil lebih baik sepanjang pertandingan, meski harus menunggu hingga perpanjangan waktu dan adu penalti untuk memastikan kemenangan. Sementara bagi Belanda, kegagalan di titik putih menjadi pelajaran berharga. Meski Gakpo mencetak gol yang menyentuh hati, sepak bola tidak selalu berpihak pada yang terbaik.

Kesimpulan: Maroko Terus Bangkit

Pertandingan ini mengingatkan pada perjalanan Maroko di Piala Dunia 2022. Mereka kembali menunjukkan mentalitas baja dan kemampuan untuk bangkit saat tertekan. Kini mereka akan menghadapi Kanada di babak 16 besar, dengan kepercayaan diri yang semakin meningkat. Bagi Belanda, kekalahan ini terasa pahit, terutama mengingat perjuangan emosional Gakpo. Namun seperti kata pepatah, dalam sepak bola, yang bertahan lebih lama adalah yang paling pantas menang.