Pertarungan Sengit di Toronto: Portugal vs Kroasia
Pertandingan antara Portugal dan Kroasia di Piala Dunia 2022 menyajikan tontonan yang luar biasa. Bagi banyak penggemar, laga ini disebut sebagai “tarian terakhir” dua ikon sepak bola: Luka Modrić yang berusia 40 tahun harus mengucapkan selamat tinggal pada Piala Dunia terakhirnya, sementara Cristiano Ronaldo masih terus bermain dan bahkan mencetak gol serta diganti dalam pertandingan yang penuh insiden. Namun, pertandingan ini bukan hanya tentang dua individu tersebut. Ini adalah pertarungan klasik Piala Dunia antara dua tim tangguh, dengan momentum yang terus bergulir dari satu sisi ke sisi lain—dan berakhir dengan drama VAR yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dalam laga ini, untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, total empat gol dianulir. Salah satunya menghalangi Kroasia untuk menyamakan kedudukan di detik-detik terakhir pertandingan. Namun, pada akhirnya, Portugal yang berhasil memastikan tempat di babak 16 besar setelah menang dramatis.
Babak Pertama: Dominasi Portugal yang Belum Berbuah Gol
Setelah hari yang terik di Toronto, suasana malam yang sejuk menyambut para penonton. Stadion bergemuruh sepanjang laga. Babak pertama didominasi oleh Portugal yang seharusnya bisa unggul di babak pertama. Peluang pertama datang pada menit kedelapan ketika Rafael Leão menusuk dari sisi kiri dan mengirim umpan tarik ke Bruno Fernandes, yang melepaskan dua tembakan: satu diselamatkan Dominik Livaković, satu lagi diblok oleh pertahanan Kroasia.
Pedro Neto menjadi ancaman paling konsisten Portugal di awal laga. Ia mendominasi duel dengan Ivan Perišić yang bermain sebagai bek sayap Kroasia. Neto mampu menciptakan ruang untuk mengirim serangkaian umpan silang berbahaya ke kotak penalti, meskipun semuanya belum berbuah gol. Livaković sempat gagal menangkap bola, tetapi sundulan Ronaldo juga meleset. Pada menit ke-30, umpan silang lain nyaris disambut Ronaldo dan Fernandes di tiang jauh, tetapi mereka terlambat sedikit.
Kroasia sendiri tidak gentar. Mereka tetap percaya diri dalam bertahan, kokoh di lini tengah, dan memiliki rencana serangan yang mengandalkan Martin Baturina untuk mengisolasi João Cancelo serta mengirim umpan silang ke Ante Budimir yang bertubuh tinggi. Namun, strategi itu kurang berhasil, sebagian karena tekanan fisik dari Rúben Dias yang tak henti-hentinya bergulat dengan Budimir.
Babak Kedua: Kroasia Bangkit, Portugal Tertekan
Pelatih Kroasia, Zlatko Dalić, mengganti Budimir saat turun minum dengan Igor Matanović yang tak kalah garang. Perubahan suasana langsung terasa. Kroasia tampil lebih agresif, sementara intensitas permainan Portugal menurun. Pada menit kedelapan babak kedua, Kroasia unggul dari sisi yang sama yang sebelumnya menjadi sumber ancaman Portugal. Josip Stanišić mengirim umpan silang dari kanan, dan di tiang jauh, Ivan Perišić muncul untuk mengontrol bola dan melepaskan tembakan rendah yang menaklukkan Diogo Costa.
Setelah gol itu, Kroasia terus menekan. Petar Sučić menemukan Matanović di kotak penalti, dan striker itu melepaskan tembakan akurat yang hanya bisa diblok oleh tiang—namun offside lebih dulu dikibarkan. Pada menit ke-59, Sučić hampir mencetak gol setelah menusuk dari sisi kiri dan melepaskan tembakan keras yang diselamatkan Costa dengan kakinya. Di sela-sela itu, Leão sempat menghantam mistar gawang Kroasia dari jarak 25 yard, dan Ronaldo juga sempat mencetak gol yang dianulir karena offside.
Drama VAR dan Penalti Ronaldo
Kroasia kembali mendapat bantuan yang tidak terduga dari Livaković. Kiper Kroasia itu bermain lambat saat menerima umpan balik, dan secara tidak sengaja membuang bola ke belakang untuk tendangan sudut. Bola tendangan sudut bisa disapu, tetapi bangku cadangan Portugal berteriak histeris meminta VAR turun tangan. Wasit Norwegia, Espen Eskås, akhirnya memeriksa monitor dan melihat bahwa Vlašić memegang lengan Leão saat umpan silang melintas. Hasilnya: penalti untuk Portugal.
Penalti itu hanya punya satu algojo: Cristiano Ronaldo. Ia menjauh dari kerumunan hingga keputusan final, lalu berjalan menuju titik putih. Ronaldo menata bola, melakukan ritualnya, kemudian mengeksekusi dengan dingin. Livaković sudah terkecoh, bola masuk. Ronaldo berlari ke sudut lapangan saat stadion bergemuruh, melakukan selebrasi khasnya, dan penonton membalas dengan “SIUUUU”. Portugal pun kembali menyamakan kedudukan.
Babak Kedua Berakhir Dramatis: Portugal Lolos ke 16 Besar
Meski sudah menyamakan skor, dinamika permainan belum banyak berubah. Kroasia tetap unggul dalam penguasaan bola dan seharusnya bisa mencetak gol lagi. Mateo Kovačić melepaskan dua tembakan jarak jauh yang diamankan Costa. Matanović juga memiliki peluang di tiang dekat. Sementara itu, Ronaldo digantikan oleh Rúben Neves—sebuah langkah yang hampir tidak pernah terjadi sebelumnya, menunjukkan bagaimana Roberto Martínez membaca jalannya pertandingan.
Pergantian itu efektif. Portugal menutup ruang di lini belakang dan mulai mendominasi bola lagi di menit-menit akhir. Umpan terus diarahkan ke Leão, seolah menuntutnya untuk memberikan kontribusi menentukan. Dan ia melakukannya. Leão mengirim umpan silang yang ditanduk Gonçalo Ramos ke gawang Kroasia. Gol itu membuat Portugal unggul dan memastikan tempat di babak 16 besar. Perayaan gol berlangsung lama, sehingga wasit menambahkan tiga menit tambahan waktu.
Di menit terakhir tambahan waktu, Kroasia kembali mencetak gol melalui Joško Gvardiol, tetapi lagi-lagi dianulir karena offside oleh VAR. Hujan botol plastik pun beterbangan ke lapangan sebagai protes, tetapi hasil akhir tidak berubah. Portugal menang 2-1 dan melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2022.
Kemenangan dramatis ini menjadi bukti bahwa sepak bola tidak pernah berhenti menghadirkan kejutan. Drama VAR, penalti Ronaldo, dan empat gol yang dianulir menjadikan pertandingan ini salah satu yang paling berkesan di turnamen. Portugal kini melangkah ke babak berikutnya dengan percaya diri, sementara Kroasia harus pulang dengan kepala tegak setelah pertarungan sengit.
