Monchi: EFL Championship Tempat Ideal Temukan Bakat

Direktur olahraga Espanyol, Monchi, percaya bahwa klub-klub Spanyol seharusnya memberikan perhatian lebih besar kepada EFL Championship. Kompetisi kasta kedua Inggris itu ia gambarkan sebagai salah satu liga yang “paling kurang dipahami” dalam sepak bola, sekaligus sumber talenta yang semakin menarik untuk digali. Ia menilai Championship adalah tempat yang sangat baik untuk menemukan bakat-bakat baru sepak bola Eropa.

Pernyataan ini bukan datang dari orang yang asing dengan sepak bola Inggris. Mantan kiper yang kini berusia 57 tahun itu menghabiskan dua tahun di Aston Villa sebagai presiden operasional sepak bola, setelah sebelumnya menjabat direktur olahraga di Sevilla dan Roma. Kini ia menangani Espanyol, klub berbasis di Barcelona yang berdiri sejak 1900 dan musim lalu finis di peringkat 11 La Liga.

Menurut Monchi, mencari bakat di EFL Championship adalah bagian dari strategi besar untuk memanfaatkan pasar yang masih bisa dijangkau Espanyol. Strategi ini penting karena klub-klub Spanyol beroperasi di bawah batasan biaya skuad La Liga, sementara klub-klub Inggris memiliki daya finansial jauh lebih besar. Karena itulah, klub seperti Espanyol harus mencari pasar yang memungkinkan rekrutmen cerdas untuk menutup ketertinggalan mereka.

EFL Championship: Kompetisi yang Paling Kurang Dipahami

“Saya pikir Championship adalah salah satu kompetisi yang paling kurang dipahami,” ujar Monchi kepada BBC Sport. Menurutnya, pengalaman tinggal di Inggris selama dua tahun dan bekerja bersama Aston Villa memberinya wawasan langsung tentang kualitas liga ini. Ia pun terus memantau kompetisi tersebut karena keterkaitan eratnya dengan Burnley, dan yakin banyak pemain bagus bermain di sana.

Monchi menyebut Morgan Rogers sebagai contoh nyata talenta yang muncul dari Championship. Rogers bergabung dengan Aston Villa dari Middlesbrough pada 2024 setelah berkarier di kasta kedua Inggris, kemudian menembus timnas Inggris dan akhirnya diboyong Chelsea dengan nilai transfer 117 juta poundsterling pada musim panas ini. “Itu baru satu contoh, tetapi saya bisa memberikan banyak contoh lainnya,” kata Monchi. Ia menilai Championship memiliki tingkat persaingan yang sangat tinggi, pelatih-pelatih berkualitas, serta tuntutan pertandingan yang intens, sehingga menjadi tempat yang sangat baik untuk menemukan talenta.

Koneksi Espanyol dengan Burnley Buka Akses ke Championship

Kedekatan Espanyol dengan EFL Championship tidak lepas dari struktur kepemilikan klub. Kelompok pemilik Espanyol yang dipimpin Alan Pace juga memiliki Burnley, klub yang kini berlaga di Championship. Hal ini membuat Monchi otomatis terus mengikuti perkembangan kompetisi tersebut, bahkan ia mengaku tidak bisa menghindar dari sepak bola Inggris.

Ikatan itu sudah membuahkan hasil nyata di bursa transfer. Tyrhys Dolan resmi bergabung dengan Espanyol dari Blackburn Rovers pada Juli 2025 setelah lima musim berkarier di Championship. Selain itu, Espanyol juga mendatangkan pemain timnas Belanda, Quilindschy Hartman, dengan status pinjaman dari Burnley.

Bagi Espanyol, Championship bukan sekadar peluang scouting, melainkan juga jawaban atas keterbatasan finansial. Klub-klub Spanyol harus hidup dalam batasan biaya skuad yang ditetapkan La Liga, sementara klub-klub Premier League memiliki anggaran yang jauh lebih longgar. “Kami tidak bisa melakukan semua yang kami inginkan, tetapi kami melakukan apa yang bisa kami lakukan,” ujar Monchi. Ia mengakui adanya ketertinggalan dibandingkan klub-klub Spanyol tertentu, terutama klub-klub Inggris, Italia, atau Jerman, sehingga Espanyol harus kreatif, bekerja keras, dan mencari alternatif.

Pelajaran Berharga dari Aston Villa

Dua tahun Monchi di Aston Villa mengubah caranya memandang pengelolaan klub sepak bola modern. Ia mengagumi pemisahan yang jelas antara sisi bisnis dan sisi olahraga di Villa, yang tetap menjaga hubungan kuat dengan pemilik, staf, dan suporter. “Ada sinergi yang sangat baik di seluruh klub, hubungan yang kuat dengan pemilik, dan kedekatan dengan penggemar,” kenangnya.

Meski demikian, Monchi tidak serta-merta menyalin semua hal itu ke Espanyol. Ia menyebut pengalaman tersebut sebagai pelajaran berharga yang tidak harus diterapkan dengan cara yang sama persis. Momen paling berkesan di Inggris terjadi pada musim pertamanya bersama Villa pada 2023-24, ketika tim tersebut lolos ke Liga Champions setelah sekitar 40 tahun absen. Villa juga mencapai semifinal Conference League di musim pertamanya, lalu menembus semifinal Piala FA dan perempat final Liga Champions pada musim keduanya.

Data dan AI Mengubah Strategi Rekrutmen

Metode Monchi dalam mengidentifikasi pemain telah berubah drastis sejak ia memulai karier sebagai direktur olahraga lebih dari 25 tahun lalu. Perubahan terbesar, menurutnya, adalah masuknya data dan kecerdasan buatan dalam proses rekrutmen. “Kami tidak lagi hanya mengandalkan laporan scouting dan penilaian subjektif, tetapi juga mendapat dukungan dari big data, AI, dan analisis data secara umum,” jelasnya.

Monchi menegaskan bahwa semua klub, termasuk dirinya secara pribadi, harus beradaptasi dengan teknologi baru. Bagi Espanyol, pendekatan ini berarti menggabungkan rekrutmen berbasis data dengan pengetahuan pasar yang ia kembangkan selama berkarier di Spanyol, Italia, dan Inggris. Tujuannya bukan sekadar mencari pemain murah, tetapi pemain yang bisa meningkatkan daya saing klub dan pada akhirnya memperkecil jarak finansial dengan rival yang lebih kaya.

Target Espanyol: Fokus pada Diri Sendiri

Monchi juga menegaskan bahwa Espanyol tidak seharusnya mengukur perkembangan mereka dengan membandingkan diri terhadap Barcelona, meski keduanya berada di kota yang sama. “Barcelona adalah klub besar dan tim penting, tetapi saya tidak berpikir pertumbuhan Espanyol harus diukur dari Barcelona. Tolok ukur Espanyol adalah Espanyol itu sendiri,” katanya. Ambisinya adalah mengembalikan Espanyol ke posisi yang seharusnya sesuai dengan sejarah panjang klub.

“Espanyol memiliki sejarah yang cukup panjang untuk kita melihat ke belakang dan mencoba menjadi Espanyol seperti dulu lagi,” ujar Monchi. Ia ingin klubnya kembali menjadi salah satu klub terpenting di Spanyol, dan itulah arah yang dituju. Target jangka pendeknya lebih sederhana: memperbaiki posisi klasemen musim lalu dan terus mengonsolidasikan proyek klub.

Di balik pendekatan yang hati-hati itu, Monchi meyakini Espanyol pada akhirnya bisa bersaing lebih tinggi di La Liga. Prosesnya memang dilakukan selangkah demi selangkah dengan konsolidasi proyek yang matang. Jika Championship terus melahirkan pemain-pemain yang selama ini terlewatkan klub-klub Spanyol, kompetisi ini bisa menjadi bagian penting dari rute kebangkitan Espanyol.

Pernyataan Monchi menegaskan bahwa EFL Championship bukan lagi sekadar liga kedua yang dipandang sebelah mata. Kompetisi ini menawarkan level persaingan yang tinggi, pelatih berkualitas, dan pemain-pemain yang siap bersaing di level atas, sebagaimana dibuktikan Morgan Rogers. Bagi Espanyol, memanfaatkan celah di Championship adalah salah satu kunci untuk bertahan dan bangkit di tengah ketimpangan finansial dengan klub-klub besar Eropa.