Cedera Reece James Semakin Parah, Masalah Bek Kanan Inggris Kian Pelik

Cedera Reece James Masih Menghantui Skuad Inggris

Kondisi cedera Reece James kembali menjadi sorotan jelang laga perempat final Piala Dunia melawan Norwegia. Bek kanan andalan Inggris itu kembali absen dari latihan bersama tim pada hari Rabu, menambah kekhawatiran akan kebugarannya. Sejak mengalami cedera hamstring dalam laga kedua grup melawan Ghana di Boston, James belum bisa turun lapangan sama sekali.

Pelatih Thomas Tuchel sudah memperhitungkan kehilangan James setidaknya untuk dua pertandingan—termasuk potensi babak 16 besar yang akhirnya benar-benar terjadi. Pada laga sebelumnya melawan Meksiko di Estadio Azteca, James bahkan tidak dimainkan sama sekali. Ia berharap bisa kembali pada perempat final, namun latihan individu yang dijalaninya di Kansas City menjadi pertanda kurang baik.

Masalah Bek Kanan Inggris Makin Rumit

Cedera Reece James bukan satu-satunya masalah di posisi bek kanan. Jarell Quansah yang sempat menjadi starter saat melawan Meksiko justru mendapat kartu merah dan otomatis diskors untuk laga melawan Norwegia. Situasi ini membuat Tuchel harus memutar otak mencari solusi di sektor yang sudah rapuh itu.

Dengan absennya James dan digantungnya Quansah, opsi bek kanan Inggris kini sangat terbatas. Padahal laga perempat final melawan Norwegia diprediksi berjalan ketat, dan kebutuhan akan pemain bertahan yang solid sangat krusial. Tim pelatih pun terus memantau perkembangan James, namun hingga saat ini belum ada kepastian apakah ia bisa tampil.

Declan Rice dan Marc Guéhi Juga Cedera Ringan

Kabar positif datang dari gelandang Declan Rice dan bek Marc Guéhi yang juga menjalani latihan individu, tetapi kekhawatiran terhadap keduanya tidak separah James. Rice sudah sejak Natal mengelola nyeri saraf di hamstring dan terpaksa absen saat melawan Panama pada laga ketiga grup. Namun ia yakin bisa bermain meski dalam kondisi tidak nyaman. Sementara Guéhi absen karena kelelahan otot dan diperkirakan akan segera kembali bergabung.

Jordan Henderson Kembali ke Kamp Setelah Operasi

Kapten senior Jordan Henderson mengejutkan banyak pihak dengan kembali ke kamp Inggris di Kansas City, bukannya pulang ke rumah setelah mengalami patah lengan yang mengerikan. Cedera itu terjadi akibat jatuh aneh pasca laga melawan Meksiko. Henderson menjalani operasi di Mexico City, namun semangatnya untuk tetap membantu tim dengan kepemimpinan dan pengalamannya tidak pernah padam.

Rekan setimnya, Morgan Rogers, mengaku bahwa Henderson tidak mau menyerah begitu saja. “Kembalinya dia menunjukkan seperti apa dirinya. Semoga dia masih bisa terlibat di sisa turnamen. Dia tidak akan mengucilkan diri, begitu juga kami. Keyakinannya pada tubuh, kemampuan, dan kepercayaan dirinya sangat besar bagi grup. Dia adalah detak jantung tim,” ujar Rogers.

Liburan Singkat dan Keuntungan Base Camp Tetap

Setelah pertandingan emosional melawan Meksiko yang menguras tenaga, Tuchel memberikan waktu istirahat bagi para pemain. Latihan ringan digelar pada Senin dan hari Selasa menjadi hari libur penuh, di mana para pemain bisa berkumpul bersama keluarga. Rogers mengatakan semua pemain merasa “sedikit lelah dan mati rasa” setelah laga tersebut.

Inggris memilih pendekatan base camp tetap di Kansas City, sementara Norwegia memilih berpindah-pindah tempat. Menurut Rogers, keuntungan base camp tetap sangat besar: “Satu-satunya kekurangan adalah perjalanan pulang, kamu hanya ingin segera sampai ke tempat tidur. Tapi sisi positifnya luar biasa—terasa seperti rumah, nyaman, dan kita tahu lingkungan sekitar. Ini benar-benar bekerja dengan baik untuk kami.”

Peringatan Rogers: Jude Bellingham Siap Tampil Ganas

Morgan Rogers juga memberikan peringatan kepada Norwegia tentang Jude Bellingham yang sedang dalam performa eksplosif. Menurut Rogers, Bellingham siap mendominasi perempat final dan potensinya masih akan terus meningkat. “Tentu saja dia bisa. Usianya baru 23 tahun. Puncak kariernya masih di depan. Masih panjang perjalanan, dan dia mungkin akan berkata hal yang sama.

“Yang paling menarik adalah seberapa jauh dia bisa melangkah; tidak ada batasan atas apa yang bisa dia capai. Saya tidak terkejut dengan penampilannya di Piala Dunia ini, begitu juga semua pemain di skuad. Cara dia mengambil momen-momen penting dalam pertandingan sungguh luar biasa. Kamu butuh pemain terbaikmu untuk tampil, dan dia melakukannya di hampir setiap laga sejauh ini,” pungkas Rogers.

Kesimpulan: Cedera Reece James menjadi momok serius bagi Inggris jelang perempat final. Ditambah skorsing Quansah dan beberapa cedera ringan pemain kunci, Tuchel harus bekerja keras meracik strategi. Namun kembalinya Henderson dan performa cemerlang Bellingham bisa menjadi angin segar. Pertandingan melawan Norwegia akan menjadi ujian nyata seberapa dalam skuad The Three Lions mampu bertahan di tengah krisis pemain.