Trent Alexander-Arnold di Real Madrid Kini Terancam

Masa depan Trent Alexander-Arnold di Real Madrid kini menjadi tanda tanya besar setelah bek kanan asal Inggris itu kehilangan tempat utama di skuad Jose Mourinho. Ia datang pada Juni 2025 dengan ambisi menjadi pilihan pertama di posisi bek kanan, tetapi kenyataan musim ini berjalan jauh dari harapan. Situasi tersebut membuat pembicaraan tentang peran dan masa depannya di klub semakin hangat.

Masalahnya bukan sekadar adaptasi. Kedatangan Denzel Dumfries dari Inter Milan pada musim panas ini menambah persaingan, sementara Mourinho tampak lebih memilih Fede Valverde, pemain yang biasanya beroperasi di lini tengah, untuk mengisi posisi bek kanan. Dalam kondisi itu, Alexander-Arnold turun menjadi pilihan ketiga dan pertanyaan tentang masa depannya pun sulit dihindari.

Menit Bermain Trent Alexander-Arnold di Real Madrid Menyusut

Dari 13 pertandingan Real Madrid musim ini, Alexander-Arnold hanya tampil dalam tujuh laga. Ia baru empat kali menjadi starter dan mencatat satu assist, yaitu saat menang 4-0 atas Malaga di kandang. Angka itu jelas belum mencerminkan status pemain yang didatangkan dengan ekspektasi besar.

Keterlibatannya dalam empat pertandingan terakhir juga menurun tajam. Ia tidak bermain melawan Roma, Sevilla, maupun RB Leipzig, lalu hanya mendapat beberapa menit di El Clasico ketika masuk pada masa tambahan waktu. Pola ini menunjukkan bahwa posisinya dalam rotasi Mourinho sedang tidak kuat.

Alexander-Arnold baru saja genap 28 tahun dan masih terikat kontrak hingga 2031. Real Madrid bahkan membayar 10 juta euro atau sekitar 8,33 juta poundsterling untuk membebaskannya lebih awal agar bisa tampil di Piala Dunia Antarklub, bukan menunggu status bebas transfer saat kontraknya di Liverpool berakhir. Meski demikian, kontrak panjang tidak otomatis menjamin menit bermain.

Awal yang Menjanjikan, tetapi Musim Pertama Tak Stabil

Kesan pertama Alexander-Arnold di klub sebenarnya sangat baik. Pada penampilan publik pertamanya, ia menyampaikan pidato kedatangan dalam bahasa Spanyol dan menyebut bergabung dengan Real Madrid sebagai impian yang menjadi kenyataan. Ia juga menyatakan sangat senang, bangga, dan ingin segera menunjukkan kemampuan kepada klub serta para penggemar.

Kedatangannya sempat dipandang sebagai bagian dari rencana regenerasi di posisi bek kanan. Ia diharapkan bisa menjadi pelapis Dani Carvajal sekaligus kandidat penerus jangka panjang bek veteran Spanyol tersebut. Harapan itu masuk akal mengingat reputasi dan pengalaman yang ia bawa.

Namun musim pertamanya tidak sesuai ekspektasi. Dari 38 laga La Liga pada 2025-26, ia hanya tampil 21 kali dengan 14 di antaranya sebagai starter, karena cedera dan minimnya kesinambungan membuatnya sulit menjadi sosok reguler. Bagi pemain dengan nama besar, awal seperti itu tentu terasa frustrasi.

Ada beberapa faktor yang meringankan posisinya. Cedera hamstring pada September dan cedera paha pada Desember mengganggu kampanye pertamanya, sementara masalah otot pada pramusim sudah lebih dulu menghambat persiapan. Pergantian pelatih dari Xabi Alonso ke Alvaro Arbeloa, dengan Mourinho kini menghadapi tugas mencari keseimbangan, membuat Alexander-Arnold harus beradaptasi dengan kepemimpinan yang berubah. Masa kepemimpinan sebelumnya belum memberi konsistensi yang diharapkan Real Madrid.

Persaingan Bek Kanan dan Penjelasan Jose Mourinho

Mourinho telah menanggapi spekulasi bahwa Alexander-Arnold bisa meninggalkan Real Madrid pada Januari. Ia mengakui keputusan seleksi yang sulit bisa menyakitkan, tetapi menegaskan kebutuhan tim harus diutamakan. Menurutnya, ia tidak suka membuat pemain merasa buruk dan ingin semua pemain tetap merasa baik.

Mourinho menjelaskan bahwa skuad dibangun dengan dua pemain untuk setiap posisi, sehingga memainkan pemain ketiga di satu posisi bukan hal yang ia sukai. Meski begitu, ada hal yang lebih penting bagi tim pada momen tertentu, dan ia memutuskan mengubah lini tengah serta menempatkan Valverde di bek kanan. Ia menegaskan keputusan itu demi tim, bukan untuk menyerang Alexander-Arnold atau Dumfries, dan keduanya menerima penjelasan tersebut dengan baik.

Sebelumnya Mourinho juga menyoroti fleksibilitas dan kecerdasan taktis Alexander-Arnold. Ia menilai rotasi dan kelenturan posisi akan penting bagi keberhasilan Real Madrid, serta menyebut persaingan dengan Dumfries sebagai hal yang harus dikelola. Pada September melawan Inter Milan, Mourinho bahkan memakai Alexander-Arnold di lini tengah bersama Valverde karena beberapa opsi tengah tidak tersedia akibat sanksi.

Mourinho puas dengan performa Alexander-Arnold dalam peran itu. Ia menilai sang pemain membaca kebutuhan taktis dengan sangat baik dan bekerja sama dengan Valverde di level tersebut. Mourinho juga menekankan pentingnya menjaga semua pemain tetap siap dan merasa penting demi motivasi.

Dampak bagi Real Madrid, Alexander-Arnold, dan Timnas Inggris

Status sebagai pilihan ketiga memberikan tekanan besar bagi Alexander-Arnold. Meski kontraknya panjang, situasi ini membuka kemungkinan pembicaraan tentang masa depan, termasuk spekulasi kepergian pada jendela transfer Januari yang telah disinggung Mourinho. Bagi Real Madrid, persaingan internal sebenarnya sehat, tetapi pengelolaan menit bermain menjadi ujian bagi Mourinho karena skuad bertabur bintang.

Dampaknya juga terasa di level timnas Inggris. Alexander-Arnold dipanggil kembali pada jendela internasional September, mengakhiri absensi dari skuad sejak Juni 2025. Namun persaingan di posisi bek kanan tetap ketat, sehingga minimnya waktu bermain di klub bisa menjadi penghalang bagi upayanya mempertahankan tempat.

Thomas Tuchel dijadwalkan mengumumkan skuad Inggris berikutnya pada 6 November, sebelum pertandingan Liga Negara melawan Kroasia dan Spanyol. Keputusan Tuchel akan bergantung pada penilaiannya terhadap kondisi dan kebutuhan tim. Jika Alexander-Arnold tidak segera mendapat menit bermain, posisinya di timnas bisa semakin rapuh.

Di sisi lain, fleksibilitas Alexander-Arnold memberi Mourinho opsi tambahan di lini tengah. Kemampuannya bermain di beberapa posisi bisa menjadi nilai lebih ketika skuad dilanda absensi atau kebutuhan taktis mendesak. Namun peran serba bisa itu tidak selalu sama dengan status sebagai pilihan utama di posisi aslinya.

Peluang Kembali ke Liverpool dan Langkah Berikutnya

Jamie Carragher, mantan bek Liverpool, menyatakan terbuka jika Alexander-Arnold kembali ke klub Merseyside tersebut. Dalam The Overlap, ia mengaku akan menerimanya kembali, tetapi memperkirakan pemain itu akan menghadapi banyak kritik karena dianggap membuat kesalahan besar dengan pindah ke Madrid. Carragher juga menilai Liverpool kehilangan kreativitasnya.

Carragher menyoroti posisi Alexander-Arnold dalam urutan pilihan Real Madrid. Menurutnya, saat ini Alexander-Arnold adalah pilihan ketiga di bek kanan karena Real memainkan pemain tengah, Federico Valverde, di posisi itu bahkan ketika Dumfries sebagai pilihan utama masuk sebagai pemain pengganti di El Clasico. Dari situ ia menyimpulkan bahwa klub mungkin ingin pemain tersebut mencari peluang baru.

Dalam waktu dekat, Alexander-Arnold berharap mendapat lebih banyak menit bermain pada tiga pertandingan berikutnya, dua di liga dan satu di Liga Champions, sebelum jeda internasional. Ia juga berharap tetap masuk skuad Inggris yang akan diumumkan pada 6 November. Namun tanpa menit bermain reguler, harapan itu tidak sepenuhnya berada di tangannya.

Ringkasnya, Alexander-Arnold datang ke Real Madrid dengan ekspektasi tinggi, tetapi cedera, persaingan, dan perubahan pelatih membuatnya belum menemukan kesinambungan. Statusnya sebagai pilihan ketiga di bek kanan kini menjadi sinyal bahwa peran dan masa depannya perlu segera diperjelas. Tanpa tambahan menit bermain, pembicaraan tentang hengkang atau kembali ke Liverpool akan terus menguat.

Bagi Mourinho, keputusan memakai Valverde di bek kanan adalah soal kebutuhan tim, bukan penilaian pribadi terhadap Alexander-Arnold. Namun bagi sang pemain, dampaknya sangat nyata: posisi di klub dan timnas Inggris sama-sama berada dalam tekanan. Tiga pertandingan sebelum jeda internasional bisa menjadi kesempatan penting untuk mengubah arah musimnya.