Florian Wirtz menjadi motor kemenangan Liverpool atas Brentford di Premier League, tetapi penampilan individunya justru membuka kembali dilema taktik bagi pelatih Andoni Iraola. Gelandang asal Jerman itu tampil menonjol di sepertiga akhir dan menjadi pusat serangan Liverpool. Namun, di balik statistik impresif tersebut, muncul pertanyaan apakah cara bermain Wirtz membuat tim terlalu terbuka.
Pertanyaan ini relevan karena Wirtz datang ke Liverpool dengan ekspektasi tinggi. Liverpool membayar Bayer Leverkusen sebesar 116 juta poundsterling pada Juni 2025, yang saat itu menjadi rekor klub. Sejak awal kedatangannya, ia diharapkan bisa mereplikasi performa yang membuat Liverpool rela mengeluarkan biaya besar tersebut.
Performa Florian Wirtz di Brentford
Liverpool kembali ke jalur kemenangan di Premier League saat menghadapi Brentford pada Sabtu. Sebelumnya, Liverpool menelan kekalahan liga pertama musim ini dari Manchester City. Di London barat, Liverpool bangkit dengan mencetak dua gol di babak kedua melawan Brentford yang bermain dengan 10 orang sejak sebelum turun minum.
Tim tamu menciptakan banyak peluang, terutama setelah unggul jumlah pemain di babak kedua. Dari total 21 tembakan, 14 di antaranya terjadi pada paruh kedua pertandingan. Wirtz berada di jantung permainan di sepertiga akhir dan menjadi salah satu alasan Liverpool terus menekan.
Gelandang timnas Jerman itu menciptakan sembilan peluang dari permainan terbuka, lebih banyak daripada yang dicapai pemain mana pun dalam satu pertandingan Premier League selama enam musim terakhir. Pemain terakhir yang menciptakan peluang sebanyak itu dalam satu laga kompetisi adalah Sadio Mane untuk Liverpool melawan Burnley pada Januari 2021, juga dengan sembilan peluang. Untuk laga tandang, Wirtz menjadi pemain pertama yang mencapai catatan tersebut dalam lebih dari 15 tahun, sejak Samir Nasri mencatat 10 peluang untuk Manchester City melawan Tottenham pada Agustus 2011.
Mengapa Wirtz Jadi Dilema Taktik Liverpool
Meski menjawab kritik dengan statistik menonjol, dampak gaya bermain Wirtz terhadap dinamika tim tetap menjadi sorotan. Pengamat BBC Sport dan mantan gelandang Liverpool, Danny Murphy, menilai bahwa midfield yang menempatkan Wirtz sebagai nomor 10 masih menjadi masalah. Menurutnya, formasi itu membuat tim asuhan Iraola terlalu mudah dilawan.
Murphy mengakui Liverpool sudah menyelesaikan tugas dengan meraih kemenangan tandang, yang selalu menjadi hasil positif. Namun, ia melihat ruang yang ditinggalkan Liverpool terlalu besar. Dengan dua winger dan Wirtz sebagai nomor 10, Liverpool sangat bergantung pada dua pemain tengah untuk menutup area yang luas. Akibatnya, Brentford terlalu mudah keluar dari tekanan dan masuk ke belakang pertahanan, sesuatu yang disebut Murphy sebagai kekhawatiran terbesar pada laga itu.
Kritik ini bukan tanpa dasar jika melihat catatan pertandingan. Wirtz memang menjadi pusat serangan Liverpool dengan 12 kali masuk ke sepertiga akhir, terbanyak dalam pertandingan, dan 37 umpan di sepertiga akhir. Namun, di antara pemain Liverpool, hanya Milos Kerkez yang kehilangan bola lebih sering daripada Wirtz, yaitu 20 kali berbanding 19 kali. Wirtz juga hanya memenangkan satu dari sembilan duel.
Dampak bagi Liverpool dan Iraola
Kemenangan atas Brentford membawa Liverpool ke posisi kelima di tabel. Ini menjadi kemenangan liga ketiga bagi Liverpool dari tujuh pertandingan pertama di bawah Iraola, yang menggantikan Arne Slot pada musim panas. Hasil tersebut memberi ruang bagi Iraola untuk terus mencari keseimbangan tim.
Ada catatan penting lain dari laga ini. Iraola mengantar Liverpool meraih kemenangan tandang liga pertama setelah tertinggal lebih dulu sejak Desember 2023. Hasil itu sekaligus mengakhiri 19 laga tandang tanpa kemenangan ketika Liverpool tertinggal 1-0. Namun, meski striker Alexander Isak kembali dari cedera, Iraola mendapat pukulan baru karena Dominik Szoboszlai dan Jeremie Frimpong mengalami cedera pada Sabtu.
Dalam konteks performa Wirtz, musim ini ia telah menciptakan 18 peluang di Premier League dan menyamai Pascal Gross dari Brighton. Umpannya kepada Munoz memulai comeback Liverpool, sehingga Wirtz mencetak assist dalam dua pertandingan beruntun Liverpool di semua kompetisi untuk pertama kali. Meski begitu, itu baru keterlibatan gol keduanya dalam tujuh laga liga musim ini, sehingga konsistensi menjadi pekerjaan rumah berikutnya.
Konteks Lebih Luas: Kreativitas vs Keseimbangan
Dilema yang dihadapi Liverpool mencerminkan masalah klasik dalam sepak bola modern. Tim yang ingin memaksimalkan kreativitas biasanya harus mengorbankan sebagian keseimbangan di lini tengah. Pemain nomor 10 seperti Wirtz memberi dimensi serangan yang sulit digantikan, tetapi juga menuntut disiplin taktik tinggi dari pemain di sekitarnya.
Murphy menyarankan agar Iraola memasukkan tiga gelandang alih-alih memakai nomor 10 yang membuat Wirtz kesulitan memberi dampak. Menurutnya, prioritas utama adalah fondasi, pertahanan, stabilitas, dan membuat tim sulit dikalahkan. Hal-hal lain, termasuk kreativitas, bisa menyusul setelah struktur tim lebih kokoh. Saat ini, Liverpool dinilai masih terlihat agak terbuka dan berisiko dihukum oleh tim yang lebih baik.
Pandangan itu tidak berarti Wirtz harus disingkirkan. Statistik peluang yang ia ciptakan menunjukkan kualitas dan peran pentingnya di sepertiga akhir. Persoalannya ada pada cara Liverpool menutup ruang ketika kehilangan bola dan bagaimana pemain lain menyesuaikan posisi saat Wirtz bergerak bebas. Di tengah jadwal padat, Iraola harus mencari formula yang tidak mengorbankan kekuatan utama Wirtz.
Ujian Berikutnya
Iraola sendiri menyebut laga melawan Brentford sebagai pertarungan yang harus dihadapi dengan kesiapan penuh. Ia mengakui Liverpool punya banyak peluang, termasuk serangan balik tiga lawan satu di akhir laga yang seharusnya diselesaikan. Saat skor menjadi 2-1, setiap lemparan ke dalam dan tendangan bebas bisa menjadi ancaman.
Pelatih asal Spanyol itu juga menyoroti situasi tim yang delicat karena beberapa pemain bermasalah. Ia membahas rangkaian empat pertandingan dalam 10 hari yang sangat menuntut. Liverpool harus segera beristirahat karena akan menghadapi laga besar melawan Villarreal di Liga Champions pada Selasa.
Jadwal tersebut membuat keputusan taktik Iraola semakin penting. Ia perlu menjaga kebugaran pemain, mempertahankan soliditas, dan tetap memberi ruang bagi Wirtz untuk berkreativitas. Laga melawan Villarreal akan menjadi ujian apakah Liverpool bisa memadukan kedua hal itu.
Kesimpulan
Wirtz membuktikan kelasnya dengan menciptakan peluang lebih banyak daripada pemain mana pun dalam satu laga Premier League selama enam musim terakhir. Ia juga menjadi pusat serangan Liverpool di sepertiga akhir dan membantu tim meraih kemenangan penting di Brentford. Namun, pertanyaan tentang keseimbangan tim belum sepenuhnya terjawab.
Iraola harus menemukan cara agar kreativitas Wirtz tidak membuat Liverpool terlalu mudah dilawan. Kemenangan atas Brentford memberi modal, tetapi cedera pemain dan jadwal padat menuntut solusi cepat. Laga melawan Villarreal akan menjadi kesempatan berikutnya untuk melihat arah formula Liverpool.
