Inggris Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026 Berkat Aksi Gemilang Jude Bellingham
Timnas Inggris berhasil melaju ke babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Norwegia dengan skor 2-1 di babak perpanjangan waktu. Pertandingan yang berlangsung pada Minggu, 12 Juli 2026, ini menjadi panggung bagi Jude Bellingham untuk menunjukkan kelasnya. Gelandang serang milik Real Madrid itu mencetak dua gol, termasuk gol penentu di masa extra-time.
Bagi Inggris, ini adalah penampilan semifinal Piala Dunia ketiga mereka sejak pertama kali menjuarai turnamen pada 1966. Kini mereka akan menghadapi Argentina atau Swiss di babak empat besar. Meskipun demikian, penampilan Inggris tidak sepenuhnya mulus. Tim asuhan Thomas Tuchel sempat tertinggal lebih dulu akibat gol “hoki” Andreas Schjelderup untuk Norwegia, sebelum Bellingham menyamakan kedudukan menjelang turun minum.
Rating Pemain Inggris vs Norwegia: Bellingham Jadi Bintang
Berikut adalah penilaian performa pemain Inggris dalam laga sengit ini. Skala penilaian dari 1 hingga 10, dengan 10 sebagai yang terbaik.
Jordan Pickford (6/10)
Kiper utama Inggris ini tampil cukup gemilang di babak kedua, meski sempat terlihat goyah. Gol Norwegia mungkin bisa dihindari, tetapi sebagian besar waktu tembakan seperti itu melambung. Pickford melakukan beberapa penyelamatan, namun umpan-umpannya ke rekan tidak selalu akurat. Keberuntungan berpihak padanya saat kiper Norwegia, Orjan Nyland, melakukan blunder fatal untuk gol kemenangan Bellingham.
Ezri Konsa (6/10)
Bermain di posisi bek kanan yang tidak biasa, Konsa tampil solid di babak kedua. Ia mungkin sedikit lambat keluar untuk menghadang Schjelderup saat gol, tetapi selebihnya ia brilian dalam duel satu lawan satu. Intervensi besarnya mencegah Norwegia mencetak gol setelah bola mengenai mistar gawang Inggris. Ia diganti setelah kelelahan.
John Stones (6/10)
Campuran antara buruk dan baik. Umpan balik ceroboh ke arah Pickford nyaris membuat Norwegia mencetak gol di babak pertama. Namun, Stones kemudian tampil luar biasa dengan memotong dua serangan balik Sorloth, memangkas sudut tembak dan memblokir jalur umpan ke Erling Haaland.
Marc Guehi (6/10)
Agak goyah, mungkin karena rotasi pemain di sekelilingnya sepanjang turnamen. Guehi membuat blok krusial untuk menahan tembakan Antonio Nusa di perpanjangan waktu. Haaland tidak mendapat peluang emas, sehingga bek tengah Inggris layak mendapat pujian.
Nico O’Reilly (6/10)
Tugas berat menghadapi Alexander Sorloth yang agresif, lalu Oscar Bobb masuk dengan kaki segar. O’Reilly tidak dalam performa terbaiknya sebelum diganti karena merasa hamstringnya tegang.
Elliot Anderson (7/10)
Anderson tampil baik di babak pertama, sering menempati area berbahaya dan berusaha menciptakan peluang. Namun, ia kewalahan di awal babak kedua setelah Declan Rice keluar. Ia tetap memimpin dalam perebutan bola (9 kali), tiga kali lipat lebih banyak dari pemain Inggris mana pun.
Declan Rice (5/10)
Sakit sepanjang pekan ini jelas memengaruhi performanya di iklim panas. Rice ditarik keluar di babak pertama setelah terlihat tidak enak badan. Semua tendangan bebasnya datar, dan dengan satu kartu kuning lagi ia akan absen. Keputusan menggantinya masuk akal, tetapi absennya Rice membuat Inggris kesulitan di awal babak kedua. Ia perlu pulih segera.
Jude Bellingham (9/10)
Bintang sesungguhnya. Jude Bellingham semakin menunjukkan bahwa musim panas ini miliknya, apalagi di tim yang juga diperkuat Harry Kane. Ia mencetak dua gol yang sangat berbeda: satu penyelesaian elegan dan satu lagi gaya pemungut. Ia juga kerap menunjukkan kualitas untuk membawa Inggris naik ke area lawan. Dengan delapan duel dimenangkan (terbanyak di antara pemain Inggris), Bellingham tampil gemilang saat banyak pemain lain kesulitan.
Noni Madueke (5/10)
Gagal memanfaatkan kesempatan, dan ini bukan pertama kalinya. Madueke mendapat banyak umpan di sisi kanan, tetapi tidak banyak ia lakukan. Ia menciptakan setengah peluang untuk O’Reilly, tetapi performanya jauh dari level yang dibutuhkan di perempat final Piala Dunia. Ia jelas lebih cocok sebagai pemain pengganti, bukan starter.
Harry Kane (5/10)
Penampilan terlemah kapten Inggris sepanjang turnamen. Tidak ada tembakan dalam 90 menit. Ia hanya punya satu peluang bagus sebelum gol kemenangan Bellingham. Bandingkan: Bukayo Saka menyentuh bola lebih banyak dalam 45 menit daripada Kane dalam 90 menit. Kane harus bangkit untuk semifinal, Inggris membutuhkannya.
Anthony Gordon (7/10)
Penyerang terbaik Inggris bersama Bellingham. Gordon memimpin dalam dribel, lari konstan di sisi kiri memberi Inggris kelancaran serangan. Ia mencatat assist ketiganya di turnamen ini untuk gol pertama Bellingham. Mungkin agak keras ia ditarik keluar, tetapi itu diperlukan untuk keseimbangan lini tengah. Gordon sudah kembali ke performa terbaiknya setelah awal turnamen yang lamban.
Pemain Pengganti Inggris yang Berkontribusi
Beberapa pemain yang masuk dari bangku cadangan juga memberikan dampak positif.
Eberechi Eze (6/10), Bukayo Saka (7/10)
Eze beberapa kali menyentuh bola dengan baik tetapi tidak banyak mengubah permainan. Ia berada di lapangan saat Norwegia mendominasi. Sementara itu, Saka jelas lebih baik dari Madueke. Ia hampir menciptakan peluang emas di akhir waktu normal dan juga di perpanjangan waktu. Sentuhan emas yang dimilikinya tampaknya tidak dimiliki oleh rekan setimnya di Arsenal. Saka harus menjadi starter di semifinal.
Reece James (6/10), Djed Spence (7/10)
James masuk untuk menyeimbangkan lini tengah yang kewalahan. Ia kemudian dipindah ke bek kanan. Lebih dari satu jam waktu bermain adalah kabar positif untuk babak selanjutnya. Spence menambah kecepatan, tidak hanya di sisi kiri tetapi juga di pertahanan Inggris yang mulai lelah. Ia mungkin kurang beruntung tidak mendapat penalti setelah kerja kerasnya. Energinya menjadi opsi bagus jika Inggris harus bermain hingga waktu panjang lagi.
Morgan Rogers (7/10), Dan Burn (N/A)
Rogers menunjukkan kecerdikan dengan melepaskan tembakan dari tepi kotak penalti ketika banyak pemain Inggris ragu-ragu. Ia menekan dengan baik dan membuat dirinya menyebalkan bagi lawan. Sementara Burn masuk 10 menit terakhir untuk memperkuat pertahanan menjadi lima bek. Dengan hanya dua sentuhan, kehadirannya semata-mata untuk menutup ruang.
Analisis: Mengapa Bellingham Begitu Vital bagi Inggris?
Penampilan Jude Bellingham di Piala Dunia 2026 ini bisa dibilang luar biasa. Ia tidak hanya menjadi pencetak gol terbanyak Inggris sejauh ini, tetapi juga motor serangan dan pertahanan. Dari delapan duel yang ia menangkan, beberapa di antaranya terjadi di area pertahanan sendiri. Kemampuannya membaca permainan dan keberanian membawa bola ke depan sangat kontras dengan pemain lain yang cenderung ragu.
Kehadirannya juga menutupi performa buruk Harry Kane. Jika Kane tidak dalam hari terbaiknya, Bellingham bisa diandalkan. Ini menjadi senjata baru bagi Inggris di turnamen besar. Ke depannya, Tuchel harus bisa menjaga keseimbangan antara kreativitas Bellingham dan ketajaman Kane.
Dampak Kekalahan Norwegia
Norwegia sebenarnya tampil berani, terutama setelah gol awal mereka. Mereka mendominasi beberapa bagian pertandingan dan nyaris memaksakan adu penalti. Namun, ketangguhan mental Jude Bellingham menjadi pembeda. Kekalahan ini pasti pahit bagi tim asuhan Ståle Solbakken, terutama setelah mereka bermimpi mencapai semifinal untuk pertama kalinya.
Kesimpulan: Inggris ke Semifinal Berkat Bellingham
Inggris mungkin tidak tampil sempurna, tetapi mereka memiliki Jude Bellingham yang tampil sempurna. Dua golnya memastikan tempat di semifinal, dan dengan performa seperti ini, bukan tidak mungkin ia membawa pulang trofi Piala Dunia. Tantangan berikutnya adalah Argentina atau Swiss. Jika Bellingham terus bermain seperti ini, dan Kane segera bangkit, Inggris punya peluang besar untuk mengulang sukses 1966.
