Rating Pemain Arsenal vs Man City di Community Shield

Arsenal vs Man City pada Community Shield musim ini berakhir dengan kemenangan telak 3-0 untuk Arsenal di Stadion Principality. Riccardo Calafiori mencatatkan namanya di papan skor hanya dalam 30 detik pertama, lalu Kai Havertz menggandakan keunggulan lewat sundulan jarak dekat. Martin Odegaard menuntaskan pesta gol tersebut dengan penyelesaian cerdas tiga menit setelah babak kedua dimulai.

Kemenangan ini sekaligus memastikan trofi pertama musim ini jatuh ke tangan tim asuhan Mikel Arteta. Sebaliknya, Manchester City harus menerima kenyataan pahit setelah tampil tidak berdaya sepanjang laga. Berikut ulasan lengkap rating pemain Arsenal vs Man City, mulai dari skuad inti, pemain pengganti, hingga pemain yang tidak diturunkan.

Arsenal vs Man City: Dominasi Sejak Menit Pertama

Gol pembuka Arsenal tercipta sangat cepat, tepatnya pada 30 detik pertama pertandingan. Calafiori, bek kiri asal Italia, menjadi otak serangan pertama The Gunners dan berhasil menjebol gawang lawan dengan tenang. Keunggulan tersebut membuat Arsenal semakin percaya diri dalam menguasai jalannya laga.

Kai Havertz kemudian memperbesar keunggulan lewat sundulan jarak dekat, memanfaatkan umpan melengkung dari Odegaard. Setelah jeda, kapten Arsenal itu mencetak gol ketiga dengan penyelesaian yang cerdas. Skor 3-0 bertahan hingga laga usai dan membawa Arsenal mengangkat trofi Community Shield.

Rating Pemain Arsenal: Odegaard Bintang, Calafiori dan Lewis-Skelly Cemerlang

Dari kubu Arsenal, Martin Odegaard layak dinobatkan sebagai pemain terbaik dengan nilai 9. Kapten tim ini menunjukkan bahwa kebugarannya sudah pulih sepenuhnya setelah menjalani pramusim. Ia bermain lebih berani dengan mengirim banyak umpan ke depan dibanding musim lalu, dan salah satunya berujung pada gol kedua timnya.

Selain Odegaard, nama Riccardo Calafiori dan Myles Lewis-Skelly juga layak mendapat sorotan. Calafiori menjadi pencetak gol pembuka dengan pergerakannya yang sulit ditebak, sementara Lewis-Skelly menuntaskan pramusim impresif dengan assist untuk gol pertama. Keduanya sama-sama mendapat nilai 8 dan diprediksi akan menjalani musim besar.

  • David Raya (7): melakukan penyelamatan bagus dari tembakan Phil Foden dan satu tangkapan apik saat menghadapi tendangan sudut. Kiper asal Spanyol ini juga tenang dalam penguasaan bola, bahkan sempat melepaskan umpan penting untuk memicu serangan balik.
  • Ben White (7): nilainya sering luput dari perhatian, padahal kehadirannya sangat berharga bagi Arsenal. Ia mampu mengatasi ancaman Jeremy Doku dan membantu Noni Madueke di sisi kanan, plus satu blok besar untuk menggagalkan peluang Doku di babak kedua.
  • Cristhian Mosquera (7): melakukan recovery run yang baik dan mengembalikan bola ke Raya saat ditekan Erling Haaland. Bek muda ini tampil nyaman sepanjang laga.
  • Gabriel Magalhaes (8): menghasilkan blok besar saat Doku mencoba mengirim umpan silang, lalu merayakannya dengan penuh semangat. Ia berhasil membuat Haaland sangat tenang dan tidak berkutik.
  • Riccardo Calafiori (8): membuka skor pada 30 detik pertama lewat serangan pertama yang berarti. Bek kiri asal Italia ini sangat penting dalam skema serangan Arsenal karena pergerakannya yang liar dan sulit ditebak. Ia digantikan Piero Hincapie pada menit ke-60.
  • Myles Lewis-Skelly (8): meneruskan performa bagusnya selama pramusim dengan memberi umpan terobosan untuk gol pertama. Penampilannya yang matang dalam memutus serangan membuat Arsenal semakin yakin mempertahankannya. Digantikan Martin Zubimendi pada menit ke-75.
  • Bruno Guimaraes (7): tampil seperti pemain yang memang dibutuhkan Arsenal, selalu siap menerima bola dan cepat mengalirkannya ke depan. Ia ditarik keluar saat jeda untuk memberi tempat bagi Declan Rice.
  • Martin Odegaard (9): kapten Arsenal ini menjadi bintang dengan satu gol dan peran penting di balik gol kedua. Ia terlihat jauh lebih agresif dalam mengirim umpan ke depan dibanding musim lalu. Odegaard digantikan Eberechi Eze pada menit ke-84.
  • Noni Madueke (6): punya beberapa momen cerah dan kecepatannya menjadi ancaman konstan di sisi sayap. Namun, ada beberapa kesempatan di mana umpan akhirnya bisa lebih baik. Digantikan Bukayo Saka pada menit ke-60.
  • Christos Tzolis (8): langsung tampil mengesankan di laga kompetitif pertamanya bersama Arsenal. Pemain sayap ini mencatatkan dua assist dan menjadi tambahan yang cerah bagi lini serang The Gunners.
  • Kai Havertz (7): menjadi ujung tombak sekaligus titik fokus serangan Arsenal. The Gunners terlihat lebih baik dengan Havertz di lini depan, dan ia mencetak gol kedua lewat sundulan jarak dekat. Digantikan Viktor Gyokeres pada menit ke-75.

Pemain Pengganti Arsenal: Kedalaman Skuad yang Menakutkan

Mikel Arteta memanfaatkan laga ini untuk merotasi pemain dan menjaga kebugaran skuad. Declan Rice baru dimainkan pada babak kedua, menandai menit pertamanya sejak kembali dari Piala Dunia bersama Timnas Inggris. Meski begitu, ia tampil nyaman dan ikut menjaga dominasi Arsenal di lini tengah.

Pemain pengganti lain seperti Piero Hincapie juga menunjukkan keandalan sebagai bek yang agresif. Sementara itu, Bukayo Saka dan Viktor Gyokeres mendapat kesempatan bermain meski laga sudah hampir selesai. Kehadiran nama-nama seperti Martin Zubimendi dan Eberechi Eze di bangku cadangan membuktikan betapa dalamnya skuad Arsenal musim ini.

  • Declan Rice (7): masuk saat jeda untuk menit pertamanya sejak kembali dari Piala Dunia bersama Timnas Inggris. Ia tampil sangat nyaman dan ikut menjaga dominasi Arsenal.
  • Bukayo Saka (6): sempat menunjukkan satu kali ledakan kecepatan di sisi sayap, tetapi memilih menembak dari sudut sempit padahal rekan setimnya sudah siap di kotak penalti.
  • Piero Hincapie (7): opsi yang andal dan bek yang sangat agresif, ia langsung meneruskan performa Calafiori tanpa penurunan kualitas.
  • Viktor Gyokeres (6): dimasukkan pada 15 menit terakhir saat pertandingan sudah dalam genggaman Arsenal.
  • Martin Zubimendi (6): menggantikan Lewis-Skelly dan semakin menegaskan betapa dalamnya kedalaman skuad Arsenal.
  • Eberechi Eze (6): baru masuk pada menit ke-84 sehingga tak punya banyak waktu untuk memberikan dampak.
  • Tidak dimainkan: Kepa, Dowman, Merino.

Rating Pemain Man City: Foden dan Anderson Kesulitan

Dari kubu Manchester City, penampilan Elliot Anderson dan Phil Foden menjadi sorotan utama karena keduanya gagal memberi dampak nyata. Anderson masih beradaptasi dengan klub barunya dan butuh waktu untuk mengembalikan kebugaran setelah Piala Dunia. Foden yang beroperasi sebagai gelandang serang juga kesulitan menciptakan peluang dan akhirnya ditarik keluar pada babak kedua.

Masalah Manchester City tidak hanya di lini tengah, tetapi juga di pertahanan. Lini belakang yang berisi Ruben Dias dan kolega tidak pernah terlihat tenang, dengan dua gol Arsenal tercipta dari sisi penjagaan Abdukodir Khusanov. Di lini depan, Erling Haaland bahkan hanya melepaskan satu tembakan tepat sasaran sebelum ditarik keluar saat timnya tertinggal 3-0.

  • Gianluigi Donnarumma (5): hari yang buruk bagi kiper City karena kebobolan tiga gol dan terlihat tidak nyaman saat membangun serangan dari belakang.
  • Abdukodir Khusanov (6): bek yang solid, tetapi dua gol Arsenal tercipta dari sisi penjagaannya.
  • Ruben Dias (6): kerepotan menghadapi bola-bola udara dari Kai Havertz dan ikut menjadi bagian lini belakang yang kebobolan tiga gol.
  • Josko Gvardiol (6): sering turun ke lini tengah untuk menerima bola, tetapi lini belakang City tak pernah terlihat stabil.
  • Nico O’Reilly (6): ditarik keluar sebelum 10 menit babak kedua berjalan dan digantikan Marc Guehi. Duetnya dengan Doku di sisi kiri tidak pernah berjalan mulus.
  • Mateo Kovacic (6): berduet dengan Elliot Anderson di lini tengah, tetapi benar-benar kewalahan menghadapi trio gelandang Arsenal yang tampil dominan.
  • Elliot Anderson (5): hari yang tidak menyenangkan bagi gelandang internasional Inggris ini. Ia masih beradaptasi dengan klub barunya dan membangun kebugaran setelah Piala Dunia.
  • Phil Foden (5): gagal menciptakan peluang berarti bagi timnya dan akhirnya ditarik keluar pada babak kedua.
  • Antoine Semenyo (6): bekerja keras, tetapi penampilannya kurang memenuhi standar biasanya. Ia dibuat diam oleh Calafiori sebelum akhirnya dikawal ketat Hincapie.
  • Jeremy Doku (5): tampil buruk menurut standarnya dan ditarik keluar saat jeda.
  • Erling Haaland (5): tampil sangat tenang, hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran sebelum ditarik keluar saat City tertinggal 3-0.

Pemain Pengganti Man City: Tak Mampu Mengubah Keadaan

Manchester City melakukan banyak pergantian di babak kedua untuk mencoba memperbaiki performa tim. Jack Grealish masuk menggantikan Jeremy Doku sejak awal babak kedua, disusul Marc Guehi, Omar Marmoush, Rayan Cherki, Rico Lewis, dan Nico Gonzalez. Sayangnya, rentetan pergantian tersebut tidak cukup untuk mengubah jalannya pertandingan.

Beberapa pemain pengganti sempat menunjukkan kilatan permainan, seperti Rayan Cherki yang memaksa David Raya melakukan penyelamatan. Namun, secara keseluruhan lini serang City tetap kesulitan menembus pertahanan Arsenal. Skor 3-0 pun bertahan hingga akhir laga.

  • Jack Grealish (6): masuk di sisi kiri menggantikan Doku sejak awal babak kedua. Sempat punya beberapa momen yang bisa menghasilkan peluang, tetapi tidak ada yang membuahkan hasil.
  • Marc Guehi (6): satu tekel pemulihan yang cerdas setelah masuk.
  • Omar Marmoush (6): selalu mencoba berlari di belakang pertahanan Arsenal, tetapi tidak pernah membahayakan gawang.
  • Rayan Cherki (6): dampaknya minimal, meski sempat memaksa Raya melakukan penyelamatan bagus.
  • Rico Lewis (5): nyaman menguasai bola, tetapi tidak banyak yang bisa dilakukannya dalam laga yang sudah berjalan berat sebelah.
  • Nico Gonzalez (5): bermain di 11 menit akhir laga yang berjalan menuju akhir.
  • Tidak dimainkan: Rulli, Ait-Nouri, Reis.

Kesimpulan: Modal Berharga bagi Arsenal

Kemenangan telak ini menjadi sinyal kuat bahwa Arsenal siap bersaing memperebutkan gelar di musim baru. Odegaard kembali ke performa terbaiknya, Calafiori tampil sebagai ancaman baru di sisi kiri, dan Lewis-Skelly menunjukkan kematangan yang luar biasa. Kedalaman skuad yang dimiliki Arteta juga menjadi senjata berharga sepanjang musim.

Di sisi lain, Manchester City harus segera berbenah, terutama di lini tengah dan pertahanan yang mudah ditembus. Para pemain kunci seperti Haaland, Foden, dan Doku juga perlu segera dikembalikan ke performa terbaiknya. Laga ini menjadi evaluasi dini yang penting bagi kedua tim sebelum kompetisi resmi bergulir.