Toone dan Kelly Absen dari Skuad Lionesses, Ini Alasannya

Pelatih Timnas Inggris Wanita, Sarina Wiegman, resmi mencoret Ella Toone dan Chloe Kelly dari skuad Lionesses untuk laga play-off kualifikasi Piala Dunia Wanita melawan Yunani pada Oktober mendatang. Keputusan itu bukan karena cedera, melainkan murni berdasarkan penilaian pelatih terhadap performa keduanya belakangan ini. Wiegman menilai Toone dan Kelly belum menunjukkan kemampuan terbaik mereka di awal musim bersama klub masing-masing.

Absennya dua nama yang selama ini menjadi andalan itu langsung menjadi sorotan, mengingat peran besar mereka saat Inggris menjuarai Euro 2022 dan Euro 2025. Keduanya punya kontribusi krusial dalam dua gelar beruntun tersebut, sehingga pencoretan ini terasa mengejutkan. Namun Wiegman menegaskan bahwa keputusan itu justru lahir dari keyakinannya bahwa Toone dan Kelly masih bisa tampil jauh lebih baik. Ia mengaku telah berbicara langsung dengan kedua pemain sebelum daftar 23 nama diumumkan.

Alasan Wiegman Coret Toone dan Kelly dari Skuad Lionesses

Wiegman menjelaskan bahwa Toone, gelandang Manchester United berusia 27 tahun, dan Kelly, penyerang Arsenal berusia 28 tahun, mengalami awal musim yang tidak konsisten. Menurutnya, performa keduanya dalam beberapa pekan terakhir berada di bawah standar yang ia harapkan. Karena itu, ia memilih tidak memasukkan mereka ke dalam daftar pemain untuk laga melawan Yunani.

“Tentu saja saya masih percaya pada pemain-pemain ini. Mereka sangat bagus dan sudah menunjukkan banyak hal untuk kami,” ujar Wiegman kepada BBC Radio 5 Live. “Tetapi itulah mengapa saya tidak memilih mereka kali ini, karena menurut saya mereka belum bermain sesuai potensi mereka dalam beberapa pekan terakhir.” Pernyataan itu menegaskan bahwa keputusan ini bersifat sementara dan berbasis performa, bukan penghapusan permanen dari tim.

Wiegman juga mengungkapkan bahwa ia telah menyampaikan keputusan tersebut secara langsung kepada kedua pemain. Ia menyebut percakapan itu sebagai hal yang berat untuk diterima. Meski begitu, menurutnya Toone dan Kelly menerima keputusan tersebut dengan baik dan bertekad memperbaiki performa mereka.

Menanggapi laporan yang menyebut absennya Kelly berkaitan dengan cedera, Wiegman membantahnya. Ia mengatakan telah berbicara dengan Kelly dan menegaskan bahwa pertimbangannya murni berdasarkan apa yang ia lihat di lapangan. Ia memilih membahas hal itu dalam konteks sepak bola bersama sang pemain.

Leah Williamson Kembali, Tiga Pemain Lain Ikut Tersingkir

Di sisi lain, kapten tim Leah Williamson kembali masuk ke dalam skuad setelah absen pada Juni lalu. Saat itu ia melewatkan kekalahan 0-4 dari Spanyol dan kemenangan 3-0 atas Ukraina. Kembalinya Williamson jelas menambah kekuatan lini belakang Inggris menjelang laga penting melawan Yunani.

Wiegman menilai Williamson telah tampil baik dalam beberapa pekan terakhir dan di awal musim. “Dia bahagia dan itu terlihat,” ujar Wiegman menambahkan. Pernyataan itu memberi sinyal bahwa kondisi kapten timnya sudah kembali ke level yang diinginkan.

Sementara itu, sejumlah nama lain juga tidak masuk dalam daftar 23 pemain. Penyerang Chelsea, Aggie Beever-Jones, serta dua pemain Arsenal, Lotte Wubben-Moy dan Taylor Hinds, turut absen. Selain itu, bek sayap Manchester City Niamh Charles kembali dari cedera dan masuk skuad setelah tampil sebagai pemain pengganti pada kemenangan 1-0 atas Charlton Athletic akhir pekan lalu.

Debut Lexi Potter dan Wajah Baru di Skuad Lionesses

Keputusan mencoret beberapa pemain senior membuka pintu bagi wajah-wajah baru. Gelandang Chelsea berusia 20 tahun, Lexi Potter, menerima panggilan pertama ke tim senior Inggris. Ia tampil mengesankan bersama Keira Walsh di Women’s Super League dan menjadi salah satu pemain terbaik saat Chelsea mengalahkan Arsenal 1-0 pada Minggu.

Wiegman mengaku sudah mengikuti perkembangan Potter sejak musim lalu. Menurutnya, Potter mulai mendapat menit bermain dan terus berkembang dari waktu ke waktu. “Dia bermain dengan banyak keberanian, banyak pemahaman, dan pengambilan keputusannya sangat bagus,” kata Wiegman.

Pelatih asal Belanda itu juga memuji mentalitas Potter saat menghadapi pemain-pemain level tinggi. Ia menyebut Potter tampak tidak terpengaruh siapa pun lawannya dan tetap bermain dengan nyaman. Wiegman berharap Potter bisa menunjukkan kualitas serupa saat membela Inggris.

Selain Potter, ada pula gelandang berusia 18 tahun Erica Meg Parkinson yang kembali dipanggil. Ia belum pernah tampil untuk tim senior dan tampil menonjol sejak bergabung dengan North Carolina Courage pada musim panas. Dua pemain tanpa caps lainnya yang masuk daftar adalah penyerang London City Lionesses Freya Godfrey dan bek Liverpool Grace Fisk.

Jadwal Lawan Yunani dan Peluang ke Piala Dunia

Inggris akan memainkan dua laga melawan Yunani dalam format dua leg. Laga pertama digelar di Kreta pada Jumat, 9 Oktober pukul 17.30 BST, sedangkan laga kedua berlangsung di Leicester pada Selasa, 13 Oktober pukul 19.30 BST. Kedua pertandingan ini menjadi penentu langkah Inggris di babak play-off.

Jika menang agregat atas Yunani, Inggris melaju ke putaran kedua play-off. Di babak itu, mereka akan bersaing memperebutkan tempat di Piala Dunia Wanita musim panas mendatang di Brasil. Artinya, laga melawan Yunani menjadi pintu masuk yang menentukan bagi ambisi Lionesses.

Komposisi skuad yang lebih segar ini menunjukkan Wiegman mulai menyiapkan regenerasi menjelang turnamen besar. Keputusan mencoret pemain senior dan memberi ruang bagi pemain muda menjadi sinyal bahwa ia ingin menjaga standar kompetisi internal tim. Jika pemain seperti Potter dan Parkinson mampu beradaptasi cepat, Inggris berpotensi punya kedalaman skuad yang lebih besar untuk jangka panjang.

Skuad Lengkap Timnas Inggris Wanita

Berikut daftar lengkap 23 pemain yang dipanggil Wiegman untuk menghadapi Yunani. Skuad ini mencakup tiga penjaga gawang, delapan bek, enam gelandang, dan enam penyerang. Beberapa nama di dalamnya merupakan pemain debutan maupun pemain yang kembali setelah sempat absen.

  • Kiper: Hannah Hampton (Chelsea), Khiara Keating (Liverpool), Anna Moorhouse (Manchester City, pinjaman dari Orlando City)
  • Bek: Lucy Bronze (Chelsea), Jess Carter (Gotham FC), Niamh Charles (Manchester City), Grace Fisk (Liverpool), Alex Greenwood (Manchester City), Maya Le Tissier (Manchester United), Esme Morgan (Washington Spirit), Leah Williamson (Arsenal)
  • Gelandang: Laura Blindkilde Brown (Manchester City), Lucia Kendall (Aston Villa), Erica Meg Parkinson (North Carolina Courage), Lexi Potter (Chelsea), Georgia Stanway (Arsenal), Keira Walsh (Chelsea)
  • Penyerang: Freya Godfrey (London City Lionesses), Lauren Hemp (Manchester City), Lauren James (Chelsea), Beth Mead (Manchester City), Jess Park (Manchester United), Alessia Russo (Arsenal)

Keputusan Wiegman mencoret Toone dan Kelly menunjukkan bahwa posisi di skuad Lionesses tidak lagi otomatis bagi pemain yang punya sejarah panjang bersama tim. Performa terkini menjadi penilaian utama, bahkan bagi pahlawan dua gelar Euro. Di saat yang sama, munculnya nama-nama seperti Potter dan Parkinson menandakan bahwa persaingan di dalam tim semakin ketat.

Bagi Inggris, dua laga melawan Yunani bukan sekadar pertandingan kualifikasi biasa. Hasilnya menentukan langkah mereka menuju Piala Dunia Wanita di Brasil. Sementara bagi Toone dan Kelly, sisa musim ini menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa mereka masih layak kembali ke skuad.